Destinasi
Dulu Rusak dan Terbakar, Kini Lihat Panorama Asri dan Menyejukkan di Kebun Raya Balikpapan
Cuaca yang cerah memayungi perjalanan ke kebun ini, yang berada di alamat Jalan Sungai Wain, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara.
Penulis: Budi Susilo |
Masuk ke dalam kebun raya ternyata belum dimintai tarif retribusi.
Setiap pengunjung bebas menikmati, masih gratis dengan syarat mematuhi aturan berlaku seperti menjaga kebersihan, sopan santun, dan tak merusak semua yang ada di dalam kebun raya.
“Patuhi tata tertib, kalau melanggar bisa kami kenakan hukuman,” ujar sang petugas sekuriti yang mengenakan seragam dinas hitam.
Tidak lama kemudian, ketika masuk ke dalam kawasan, atmosfir kebun raya sangat berbeda dengan di pusat kota.
Kebun raya ini memberi ketentraman, serasa masuk dalam ruang pedesaan yang sehat, menyenangkan.
Baca: Masih Ingat Sonya Depari yang Ngaku Anak Jenderal? Begini Kabarnya Sekarang, Ada Berita Duka Lagi
Angin bertiup sepoi-sepoi, dahan pohon yang tersapu angin ini memberikan suara irama alam.
Hawa yang berhembus pun segar, memberikan ketentraman jiwa raga.
Infrastruktur jalan di kebun raya mulus, nyaman aman untuk dilintasi.
Rasa lelah selama perjalanan lunas terbayar dengan suguhan kebun raya yang penuh pesona dan mengesankan.
Saat Tribunkaltim.co bersua dengan Trisno (42), Koordinator bidang Konservasi Kebun Raya Balikpapan, menuturkan, dahulunya Kebun Raya Balikpapan ini bukanlah sebuah kawasan kebun yang ditumbuhi beberapa pohon tanaman dan buah.
Namun kala itu merupakan kawasan Hutan Lindung Sungai Wain.
Kondisi hutan lindung terancam dari beberapa bencana kerusakan, di antaranya akibat dari ulah manusia.
“Ada yang mencoba berburu binatang. Ada yang mau lakukan pembalakkan liar. Sampai sekarang masih ada bekasnya, bekas tebangan-tebangan pohon ulin, menebang liar,” ujarnya.
Tidak hanya itu, pernah sekitar tahun 1997 dan tahun 1998, pernah mengalami kebakaran hebat.