Jumat, 10 April 2026

Inilah 4 Pernyataan Kontroversial Stephen Hawking, No 4 Memberi Harapan Bagi yang Ingin Hidup Abadi

ia memertanyakan Jika ternyata alam semesta tercipta out of nothing, lalu di mana peran Sang Creator (Tuhan)?

News.com
Stephen Hawking 

TRIBUNKALTIM.CO - Sejumlah gurunya menjuluki Stephen Hawking sebagai Little Einstein. Ini karena sejak duduk di bangku sekolah dasar, kepintaran Stephen Hawking sangat menonjol. Terutama terhadap matematika dan fisika.

Belakangan ia memang menjadi astrofisikawan besar abad ini. Penyakit degerenatif yang dideritanya selama puluhan tahun dan membuat nyaris seluruh tubuhnya mengalami kelumpuhan, tidak membuatnya frustasi.

Ia berhasil mengatasi keterbatasannya dengan pemikian dan teori-teorinya yang luar biasa mengenai penciptaan alam semesta. Sumbangsihnya terhadap teori gravitasi, relativitas umum, kuantum, teori bigbang, dan black hole diakui dunia.

Hawking hingga akhir hayatnya tak pernah berhenti mencari tahu tentang kosmologi. Dengan matematikan yang ia kuasai, ditambah riset-riset dalam kosmologi dan teori kuantum, ia terus hendak mencari jawaban atas beberapa pertanyaan: “dari mana jagat raya? bagaimana jagat raya berawal ? Akankah jagat raya menemui akhir, dan jika iya, bagaimana caranya ?”

Tetapi, Hawking juga dikenal luas karena pemikirannya yang acap kontroversial. Bagaimana tidak, pandangannya kadang berkebalikan dengan apa yang percayai oleh banyak orang. Berikut ini beberapa statemennya yang mengundang polemik.

1. Tuhan Tidak Ada

“Apa yang saya maksud dengan kita akan tahu pikiran Tuhan adalah kita akan tahu segala sesuatu yang Tuhan akan tahu, jika Tuhan ada.'

Itulah penggalan kalimat dalam bukunya yang fenomenal berjudul "The Brief History of Time" (Riwayat Sang Kala). Kalimat itu secara tidak langsung menegaskan bahwa Tuhan tu tidak benar-benar ada.

Tak berlebihan kalau tulisannya ini kemudian menjadi bestseller di The Sunday Times, London selama beberapa pekan berturut-turut. Jutaan kopi telah terjual dan diterjemahkan ke dalam banyak bahasa.

Satu hal yang pasti, Hawing-lah astrofisikawan pertama yang berhasil memopulerkan ilmu kosmos kepada dunia awam, sehingga banyak orang yang bukan ilmuwan, bahkan di luar bidang, mau membaca dan tertarik untuk mengetahui alam semesta.

2. Tuhan Tidak Dibutuhkan di Alam Semesta

“Karena hukum gravitasi, alam semesta dapat tercipta dengan sendirinya. Tidak perlu Tuhan untuk memicu pembuatannya dan mengatur segala isi di dalamnya."

Hal ini ia ungkapkan dalam wawancara dengan sejumlah media seperti The Guardian di Inggris. Pendapat ini sudah tentu menimbulkan polemik. Bahkan sejumlah ilmuwan jenius dan idealis macam  Kepler, Leonardo da Vinci, Einstein saja percaya bahwa Tuhanlah pencipta dan pengatur alam semesta ini. 

Pendapat ini mengacu pada pemikirannya yang dituangkan dalam berjudul The Grand Design. Buku yang menggemparkan dunia itu diterbit tahun 2010, ia tulis bersama Leoard Mlodinov.

Dalam buku itu ia ‘membuktikan’ bahwa alam semesta ternyata tercipta dengan sendirinya (came out of nothing). Sejumlah hukum alam dan fisika dijadikan sandaran atas tesisnya ini.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved