Inilah 4 Pernyataan Kontroversial Stephen Hawking, No 4 Memberi Harapan Bagi yang Ingin Hidup Abadi
ia memertanyakan Jika ternyata alam semesta tercipta out of nothing, lalu di mana peran Sang Creator (Tuhan)?
Dalam kesimpulanya di buku itu, ia memertanyakan Jika ternyata alam semesta tercipta out of nothing, lalu di mana peran Sang Creator (Tuhan)? Alam semesta menurutnya tidak membutuhkan sesuatu atau seseorang untuk menciptakannya.
"One can't prove that God doesn't exist, but science makes God unnecessary, ' jelasnya.
Dalam sebuah wawancara TV dengan Larry King ketika ditanya apakah ia percaya adanya Tuhan, Stephen Hawking menjawab secara diplomatis bahwa Tuhan mungkin boleh saja ada, tapi ketika sains dapat memberikan jawaban atas segalanya, maka Tuhan menjadi tidak dibutuhkan lagi.
3. Surga Hanyalah Dongeng Semata
"Saya menganggap otak seperti komputer yang akan berhenti bekerja ketika komponennya rusak. Tidak ada kehidupan setelah mati ataupun surga bagi komputer rusak itu. Semua itu cuma dongeng bagi orang-orang yang takut akan kegelapan,"
Pendapatnya itu ia sampaikan dalam wawancara di The Guardian, Senin (16/5/2011). Surga hanyalah dongeng, katanya.
Dalam wawancara itu ia juga kemukakan bahwa terjadi fluktuasi kuantum pada masa awal semesta menciptakan galaksi, bintang, dan kehidupan, termasuk manusia. Pernyataan Hawking sekaligus memertegasapayang sudah dikemukakan dalam bukunya The Grand Design pada tahun 2010.
4. Manusia Bisa Hidup Abadi
"Saya pikir otak seperti sebuah program dalam pikiran, seperti komputer, jadi secara teoretis sebenarnya mungkin untuk menyalin otak ke komputer dan mendukung bentuk kehidupan setelah mati."
Hawking menyatakan itu dalam wawancara seperti dikutip The Guardian, Sabtu (21/9/2013). Ia katakan bahwa otak mampu berdiri sendiri di luar tubuh dan mendukung manusia untuk memperoleh keabadian.
“Menurutku, otak seperti sebuah program dalam pikiran manusia, yang mirip komputer. Jadi, secara teoritis menyalin otak adalah hal yang memungkinkan. Hal itu akan menyediakan bentuk kehidupan setelah mati," katanya lagi dalam kesempatan lain.
Dalam sesi wawancara yang diunggah di YouTube, Hawking meyakini manusia bisa hidup abadi. Saat ini katanya mungkin masih di luar kemampuan manusia. Beberapa tahun lagi mungkin hal seperti ini benar-benar bisa dilakukan, ungkapnya.
Ini seperti cerita dalam film berjudul Chappie (2015), sebuah film fiksi ilmiah yang disutradarai Neill Blomkamp. Dalam film itu ditunjukkan jika otak manusia bagai sebuah data yang bisa dipindah dari satu tempat ke tempat lain. Stephen Hawking mengatakan jika hal ini bisa saja terjadi dan akan membuat manusia bisa hidup abadi.
Dikutip dari Kompas.com, keabadian seperti yang diungkapkan Hawking kerap disebut dengan keabadian digital. Dalam hal ini, manusia abadi tetapi tidak dalam tubuh biologisnya.
Dalam keabadian digital, eksistensi manusia tak lagi tergantung pada tubuh karena tubuh bisa diupayakan. Keabadian seperti yang dimaksud Hawking sebenarnya sudah sering dibahas, termasuk oleh Ryan Kurzweil, salah satu insinyur di Google.
Di Global Futures 2045 International Congress, sebuah konferensi futuristik yang digelar di Amerika Serikat pada 14-15 Juni 2013 lalu, seperti diberitakan Huffington Post pada 20 Juni 2013, Kurzweil mengungkapkan bahwa keabadian digital bisa tercapai pada tahun 2045.
[ahmad bintoro, TribunKaltim]
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/stephen-hawking_20180314_171731.jpg)