Jumat, 1 Mei 2026

Edisi Cetak Tribun Kaltim

Murah dan Bisa Bayar Harian, Keberadaan Guest House Ancam Bisnis Perhotelan?

Keberadaan Guest House yang berdiri di Kota Balikpapan ubahnya menawarkan jasa penginapan layaknya perhotelan.

Tayang:
Penulis: Budi Susilo |
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Gues house HI Anakku di Balikpapan. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Menjamurnya Guest House diberbagai tempat pusat perkotaan Balikpapan dianggap sebagai ancaman bisnis perhotelan non bintang dan berbintang.

Keberadaan Guest House yang berdiri di Kota Balikpapan ubahnya menawarkan jasa penginapan layaknya perhotelan.

Saat dikonfirmasi, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Balikpapan, Yulidar Gani, mengatakan, eksistensi Guest House di Balikpapan tidak ubahnya mirip dengan operasional yang dijalankan oleh perhotelan. Segi pelayanan dan operasional mirip dengan hotel.

Baca: Vladimir Putin Menang Lagi, Jadi Presiden Rusia untuk Masa Jabatan Ke-4 hingga 6 Tahun Mendatang

"Menerapkan tarif harian, bukan lagi bulanan. Fasilitas mungkin standar tetapi pelayanannya bisa dikatakan hampir mirip dengan hotel. Ini berdampak buat kami pelaku usaha hotel, okupansi tambah menurun di saat situasi ekonomi masih minus," ujarnya pada Jumat (16/3/2018) melalui sambungan telepon seluler.

Dia menegaskan, posisi guest house itu seharusnya tidak menerapkan harian.

Segmentasi pasarnya pun jelas, hanya dikhususkan bagi kalangan pekerja yang mengatasnamakan sebuah perusahaan.

Namun yang terjadi, Gani merasakan, guest house yang sekarang sudah melenceng dari tujuan pendirian.

"Ada guest house terapkan tarif harian. Konsumennya pun sekarang bisa bebas, kalangan umum, siapa saja boleh memakai. Kalau begitu, harusnya bukan guest house, diganti saja jadi pakai nama hotel," tegas Gani.

Dia pun mengimbau, sebaiknya jangan memakai nama guest house kalau ingin menerapkan seperti layaknya hotel.

Baca: Marcus/Kevin Juara di All England, Lengkapi Rekor Kemenangan di 3 Turnamen Tahun 2018

Kadang ada yang sengaja tidak patuhi aturan, melakukan praktek guest house secara menyimpang.

"Izin mendirikan guest house memang gampang. Tidak seperti hotel. Dirikan hotel butuh mengurus sampai 40 perizinan. Setiap fasilitas yang dimiliki hotel juga kena retribusi. Hampir ada puluhan retribusi," ujarnya.

Gani mencontohkan, operasional hotel di antaranya ada retribusi memakai air bawah tanah, retribusi genset, retribusi penggunaan lift, retribusi okupansi.

Baca: Puasa Senin Kamis di Bulan Rajab, Ini Hukum dan Niatnya

Sedangkan di guest house tidak serumit dan sebanyak retribusi yang dikenakan ke hotel.

"Jangan berkamuflase, mendirikan guest house lalu operasionalnya jadi seperti hotel. Kalau mau mirip hotel, ganti saja, diubah izinnya menjadi hotel," tegasnya.

Karena itu, dia pun berharap banyak dari pemerintah Kota Balikpapan untuk tegas menindak melakukan razia penertiban usaha penginapan.

Seandainya ditemukan adanya praktek guest house yang operasionalnya serupa dengan hotel, pemerintah kota wajib bertindak, bukan sekedar hanya memberikan teguran.

Menurut dia, kegiatan berbisnis diperboehkan saja, tidak ada larangan dan batasan namun dalam menjalankannya mesti ikuti aturan yang berlaku, jalankan praktik etika bisnis.

Sekarang ini, kondisi ekonomi memang sedang belum menggembirakan. Balikpapan dan sekitarnya sedang mengalami defisit, ekonomi yang mengandalkan sumber daya alam sedang lesu, berdampak kepada semua sektor termasuk perhotelan.

Baca: Barcelona Vs Athletic Bilbao, Tanpa Luis Suarez, El Barca Taklukkan Bilbao, Messi Pamer Goyangan

"Ekonomi sedang lesu, ditambah lagi adanya guest house yang melenceng, jelas kami perhotelan semakin tambah terpuruk," katanya.

Keberadaan guest house di Kota Balikpapan sangat mudah ditemukan.

Seperti halnya di kawasan Balikpapan Tengah, Balikpapan Kota, dan Balikpapan Selatan, berdiri banyak tempat penginapan yang menamakan diri guest house.

Tarifnya pun beragam, mulai Rp 1 juta sampai Rp 5 juta per bulannya.

Harga ini sudah mendapat semua fasilitas televisi, kasur empuk, mesin ruangan pendingin, hampir serupa dengan hotel.

Bahkan ada yang memberikan layanan sarapan pagi seperti di hotel berbintang. Tarifnya pun juga ada yang harian, sesuai kebutuhan konsumen. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved