Plt Wali Kota Tarakan Dukung Keberadaan Grab, Ini Alasannya
Saat ini zaman kemajuan teknologi, sehingga kemajuan teknologi ini tidak bisa lagi dapat dibendung, termasuk kehadiran Grab.
Penulis: Junisah |
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Junisah
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Menanggapi kehadiran Grab yaitu transportasi berbasis online di Kota Tarakan yang beroperasional secara diam-diam tanpa ada izin operasional, Plt Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat akan segera kembali rapat dengan menghadirkan SPTI dan Organda.
“Saya akan rapat kembali membahas permasalahan Grab ini dengan SPTI, Organda dan Dishub. Ini harus dibahas, jangan sampai di lapangan terjadi keributan dan menjadi masalah dengan kehadiran Grab ini. Kita ingin Grab hadir di Tarakan bisa berjalan dengan lancar dan aman,” ucapnya, Selasa (20/3/2018).
Pria yang akrab disapa Arief mengungkapkan, bahwa saat ini zaman kemajuan teknologi, sehingga kemajuan teknologi ini tidak bisa lagi dapat dibendung, termasuk kehadiran Grab.
Baca: Penis Facial, Inilah Perawatan Terbaru Kecantikan Bintang Hollywood!
Dalam hal ini kemajuan teknologi dalam pelayanan transportasi.
“Di zaman kemajuan teknologi seperti ini kita juga tidak boleh berpikir egois. Untuk itulah kita memanggil SPTI dan Organda ingin mendapatkan kesepakatan bersama. Jangan sampai Grab masuk, SPTI dan Organda merasa tersaingi dan akhirnya bertengkar. Tentunya sebagai Plt walikota saya tidak mau ini sampai terjadi. Sebab saya ingin memberikan rasa kenyamanan dan keamanan bagi masyrakat saya yang tinggal di Kota Tarakan,” tegasnya.
Arief mengakui, secara pribadi sangat mendukung kehadiran Grab di Kota Tarakan.
Baca: Begini Doa Dian Rositaningrum Istri Pertama Opick kepada Wulan
Pasalnya selama ini apabila ia mendapatkan tugas kerja atau berangkat keluar daerah, terutama di Jakarta selalu menggunakan jasa Grab dalam pelayanan transportasi.
“Saya ini kalau keluar daerah atau Jakarta kemana-mana pasti pakai Grab. Alasannya selain murah juga dijemput di tempat tujuan. Jadi saya merasa nyaman dengan menggunakan Grab. Melihat ini tentunya kehadiran Grab itu berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.
Baca: Firasat. . . Sang Cucu Menangis, Kakeknya Zaini Dieksekusi Pancung di Arab Saudi
Meskipun secara pribadi ia mendukung Grab, namun keputusan untuk kehadiran Grab harus tetap dibahas bersama-sama dengan instansi terkait.
“Kita ingin clearkan semua ini. Kita menginginkan kalau bisa SPTI dan Organda bisa bergabung menjadi satu dengan Grab. Sehingga kehadiran Grab tidak menimbulkan kesalahpahaman di lapangan,” ucapnya.
Mengenai penilangan yang dilakukan Satlantas Polres Tarakan terhadap Grab di Kota Tarakan, secara tegas Arief mengatakan, bahwa penilangan itu kewewenangan dari Satlantas Polres Tarakan dan bukan dari Pemkot Tarakan.
Baca: Ups. . . Netizen Ribut Lihat Perut Six Pack Agus Yudhoyono: Roti Sobek Rasa Cokelat Nemplok!
“Kalau memang Grab melanggar aturan, silakan saja Satlantas Polres Tarakan menilang itu kan tugas dan wewenangnya. Tapi saya sebagai Plt walikota ini mengurusi bagaimana kehadiran Grab tidak menjadi permasalahan di lapangan nantinya,” tegasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/arief-hidayat_20180320_153434.jpg)