Berita Kaltara Terkini
DPRD Kaltara Tegaskan Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Pendidikan dan Kesehatan
DPRD Kaltara ingatkan efisiensi anggaran harus selektif dan tidak menyasar sektor dasar masyarakat
Ringkasan Berita:
- DPRD Kaltara minta efisiensi anggaran dilakukan secara selektif
- Pendidikan, kesehatan, dan bansos tidak boleh dipangkas
- Kebijakan harus tetap mengutamakan kepentingan masyarakat
TRIBUNKALTIM.CO - Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Utara, Muh. Nasir, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini digencarkan pemerintah harus dilakukan secara hati-hati dan selektif.
Menurutnya, efisiensi memang penting untuk menjaga keseimbangan fiskal daerah. Namun, kebijakan tersebut tidak boleh menyentuh sektor-sektor mendasar yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Efisiensi anggaran itu penting, tapi jangan sampai menyasar sektor pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial. Itu harus tetap dijaga,” ujar Muh. Nasir, Minggu (5/4/2026).
Pendidikan Jadi Pilar Utama
Nasir menjelaskan bahwa sektor pendidikan memiliki peran strategis dalam pembangunan jangka panjang. Anggaran pendidikan tidak hanya digunakan untuk operasional sekolah, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dana tersebut mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan kompetensi tenaga pengajar, hingga pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi maupun kurang mampu.
Baca juga: ASN Nunukan Kini WFH Setiap Jumat, Anggaran Perjalanan Dinas Dipangkas hingga 70 Persen
Dengan menjaga alokasi anggaran pendidikan, pemerintah dinilai dapat memastikan akses belajar tetap terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kesehatan Tak Boleh Terganggu
Selain pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi perhatian utama. Anggaran di sektor ini berperan penting dalam menjamin pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan optimal.
Dana kesehatan digunakan untuk mendukung operasional rumah sakit dan puskesmas, program imunisasi, hingga subsidi BPJS Kesehatan bagi masyarakat.
Nasir menekankan bahwa pengurangan anggaran kesehatan berpotensi berdampak langsung pada kualitas pelayanan dan keselamatan masyarakat.
Bansos Jadi Penopang Kelompok Rentan
Sementara itu, bantuan sosial (bansos) dinilai sebagai salah satu instrumen penting dalam menjaga kesejahteraan kelompok rentan.
Baca juga: Tenaga Kerja Terdidik di Malinau Naik 21,89 Persen, Pengangguran Ikut Meningkat
Program bansos menyasar masyarakat miskin, lanjut usia, penyandang disabilitas, hingga korban bencana yang sangat bergantung pada bantuan pemerintah.
“Bansos ini menyangkut langsung kebutuhan masyarakat yang paling membutuhkan. Jadi tidak boleh dikurangi apalagi dihapus,” tegasnya.
| ASN Nunukan Kini WFH Setiap Jumat, Anggaran Perjalanan Dinas Dipangkas hingga 70 Persen |
|
|---|
| Tenaga Kerja Terdidik di Malinau Naik 21,89 Persen, Pengangguran Ikut Meningkat |
|
|---|
| Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie Hadiri Haul Guru Tua di Palu Sulteng |
|
|---|
| 4 SPPG di Nunukan Kaltara Dihentikan Sementara, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Wisman ke Nunukan Capai 858 Kunjungan, Namun Lama Menginap Kurang dari 2 Hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260315_Antrean-Puskesmas-Campak.jpg)