Tabrak Burung saat Mengudara, Bagian Hidung Pesawat Ini Berlubang Besar dan Ada Noda Darah
Salah satu pesawat dari maskapai Air China mengalami kerusakan cukup parah pada bagian hidung pesawat setelah menabrak seekor burung.
TRIBUNKALTIM.CO - Sebuah pesawat dari maskapai penerbangan Air China mengalami kerusakan cukup parah pada bagian hidung pesawat setelah menabrak seekor burung.
Tampak pada bagian depan pesawat Boeing 737-800 rute Tianjin menuju Hong Kong tersebut berlubang sepanjang satu meter dengan noda darah yang masih menempel.
Beruntung setelah melakukan penerbangan selama tiga jam, pesawat tersebut berhasil mendarat dengan selamat di Hongkong.
Melansir dari Dailymail, pihak maskapaik penerbangan nasional China tersebut mengatakan jika semua bagaian pesawat bekerja dengan baik selama penerbangan dan tidak ada penumpang yang terluka karena insiden tersebut.
Baca: Bikin Merinding, Kafe Ini Bernuansa Kematian, Ada Diskon Buat yang Berani Tidur di Peti Mati
Pesawat Air China dengan nomor penerbangan CA 103 berangkat dari Bandara Internasional Tianjin Binhai pada pukul 10:21 pagi dan tiba di Bandara Internasional Hong Kong pukul 13:13 waktu setempat.
"Semua penumpang telah meninggalkan pesawat dengan aman sesaat setelah mendarat di bandara Hong Kong," ungkap pihak Air China.
Pihak maskapai tidak mengungkapkan berapa jumlah penumpang di pesawat tersebut.
Namun mengutip dari laman Oriental Daily pesawat Boeing 737-800 biasanya mengangkut sebanyak 189 penumpang.
Baca: Atraksi Dikubur dalam Balok Es Selama 14 Jam, Kondisi Limbad Memprihatinkan
Pihak penerbangan tersebut mengatakan sedang melakukan penyelidikan terkait insiden itu.
Sementara itu menurut keterangan dari Otoritas Bandara Hong Kong, insiden burung berkeliaran di teritorial udara bandara Hong Kong tidak pernah terjadi, yang mana termasuk dalam bandara tersibuk di dunia.
Pihak berwenang mengatakan jika staf di Bandara Hong Kong bekerja keras untuk memastikan burung tidak melintas di daerah wilayah udara bandara.
Hal tersebut guna mencegah potensi bahaya yang diakibatkan oleh hewan liar.
Bahkan staf bandara rutin memeriksa ketinggian rumput di sepanjang landasan pacu bandara, tarmak serta apron secara rutin untuk memastikan rumut tidak menjadi sarang burung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pesawat-tabrak-burung_20180325_134300.jpg)