Korupsi KTP Elektronik

Modus Baru Uang Korupsi Dialirkan dari Luar Negeri ke Novanto, Jaksa Sebut Beraroma TPPU

Uang dialirkan melalui enam negara yakni Amerika, India, Singapura, Hong Kong, Mauritius dan Indonesia.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto mendengarkan keterangan saksi pada sidang lanjutan kasus pengadaan KTP Elektronik di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (14/3/2018). Sidang mantan ketua DPR itu beragendakan mendengarkan keterangan saksi dan saksi ahli yang dihadirkan jaksa penuntut umum. 

   
TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut pidana korupsi di proyek e-KTP yang dilakukan Setya Novanto mirip dengan upaya pencucian uang.

Hal tersebut tertuang dalam surat tuntutan yang dibacakan oleh jaksa KPK Irene Putrie di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (29/3/2018).

"Tidak berlebihan jika jaksa penuntut umum menyebut ini sebagai tindak pidana korupsi bercita rasa pencucian uang," kata jaksa Irene Putrie.

Masih ‎menurut Irene, uang yang diduga diterima Novanto dalam proyek pengadaan e-KTP dialirkan melalui enam negara yakni Amerika, India, Singapura, Hong Kong, Mauritius dan Indonesia.

Di persidangan sebelumnya telah dibeberkan pula fakta metode baru dalam mengalirkan uang hasil kejahatan dari luar negeri.

Aliran uang tersebut tanpa melalui sistem perbankan nasional, sehingga terhindar dari deteksi otoritas pengawas keuangan di Indonesia.

[Theresia Felisiani]
 

Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved