Perkuat Pengamanan Perbatasan, Polri Bantu Kapal dan Speedboat Ukuran Kecil
Pasalnya untuk kebutuhan logistik ini harus terlebih dahulu inventaris oleh tim asistensi dari Mabes Polri.
Penulis: Junisah |
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Guna memperkuat dan mendukung pengamanan di daaerah perbatasan di Provinsi Kaltara, dari ancaman terorisme, narkoba, minuman keras, kejahatan transnasional, hingga perdagangan manusia, kepolisian Republik Indonesia (RI) akan menambah logistik untuk menunjang kinerja dari anggota kepolisian RI.
Logistik yang akan ditambah di daerah perbatasan, mulai dari mobil, motor trail, kapal, dan speedboat berukuran kecil.
Logistik seperti ini dibutuhkan, karena di perbatasan Indonesia di Provinsi Kaltara ini memiliki 14 ribu jalur tikus yang menghubungkan dengan negara tetangga Malaysia.
“Karena disini banyak jalan masuk di jalur-jalur tikus, salah satunya lewat sungai. Jadi logistik seperti kapal dan speedboat berukuran kecil ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat pengamanan di daerah perbatasan,” ucap Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kamis (29/3/2018) di Lanud Suharnoko Harbani Tarakan, sebelum bertolak kembali ke Jakarta.
Tito mengungkapkan, dukungan tambahan logistik di daerah perbatasan Kaltara ini merupakan salah satu program dari Presiden Joko Widodo yang membangun Indonesia dari pinggiran. Oleh karena itu tepat sekali apabila logistik ini dibutuhkan.
“Untuk itulah saya dari Polri telah sepakat dengan Bapak Panglima TNI untuk mendukung dan memperkuat daerah perbatasan ini. Sebab kami sudah banyak memberikan atensi di daerah perbatasan lain. tapi untuk Provinsi Kaltara ini khusus, karena jangkaunya yang sangat luas dan panjang,” ujarnya.
Baca juga:
Bertugas di Sebatik, Kapolri: Bisa Menyalurkan Hobi Mancing dan Berkebun
Baru Malinau 100 Persen Penduduknya Jadi Peserta BPJS Kesehatan, Bagaimana Empat Daerah Lain?
Hadi Mulyadi: Kami Tak Ingin Bangun yang Mewah-mewah
Asprov PSSI Kaltim Tunggu Kepastian Venue Sepak Bola Porprov VI
Menurut Tito, dalam menjaga dan memperkuat pengamanan di daaerah perbatasan, tentunya tidak bisa dikerjakan sendiri oleh Polri dan TNi, tapi juga harus bersama-sama dengan instansi terkait, seperti Imigrasi, masyarakat, hingga Bea dan Cukai.
“Kita perlu bekerja sama mengamankan daerah perbatasan ini. Sebab selain kedaulatan kita, transnasional juga mengembangkan daerah pinggiran. Kalau daerah pinggiran ini berkembang, secara otomatis tidak banyak yang lari ke kota," ujarnya.
Saat ditanya kapan tambahan logistik yang dibutuhkan akan terwujud, secara tegas Tito mengatakan akan secepatnya.
Pasalnya untuk kebutuhan logistik ini harus terlebih dahulu inventaris oleh tim asistensi dari Mabes Polri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kapolri_20180328_204540.jpg)