Sabtu, 11 April 2026

Penghuni 'Rumah Jokowi' Inginkan Segera Tersambung Layanan Air Bersih PDAM

Jalan kompleks rumah juga sudah tergarap, telah terbuka aksesnya secara luas meski belum terlapisi aspal mulus.

Penulis: Budi Susilo |

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO BALIKPAPAN – Warga Balikpapan yang mengambil rumah subsidi perumahan masyarakat berpenghasilan rendah yang pernah dikunjungi Presiden Jokowi di kilometer lima berharap banyak pada Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Balikpapan untuk segera sambungkan pipa aliran air bersih.

Satu di antara konmumen rumah subsidi ini, Suhasni, mengaku, keluarganya sudah melakukan akad kredit dengan Bank Tabungan Negara, mengambil satu unit rumah subsidi namun sampai sekarang masih kesulitan untuk mendapatkan pelayanan air bersih.

“Sudah akad sejak dua bulan yang lalu. Sudah penyerahan kunci rumah. Bagus saja kondisi rumahnya,” katanya kepada Tribunkaltim.co saat disambangi di kediamannya di blok Q pada Minggu (1/4/2018) sore.

Bangunan rumah subsidi telah rampung sudah berdiri tegak sekitar akhir tahun 2017. Fisik rumah sudah berpenampilan baik dan kokoh. Bagian luar rumah sudah cantik, dicat putih dan merah.

Jalan kompleks rumah juga sudah tergarap, telah terbuka aksesnya secara luas meski belum terlapisi aspal mulus.

“Sayangnya air belum juga masuk. Dimana ini peran PDAM? Kan disini sudah mulai banyak warga yang tinggal. Sudah banyak rumah yang terbangun, kenapa PDAM belum juga masuk kesini,” tegas ibu beranak dua ini.

Sampai sekarang ini, pihaknya mencari sumber air bersih selalu bergantung pada tumpahan air hujan.

Atau solusi lain, saat hujan jarang turun, terpaksa harus membeli air keliling yang per tandon ukuran 1.200 liter bertarif Rp 85 ribu sekali isi.

“Beli sama tandon keliling. Kalau tidak hujan, memakainya boros, tidak sampai lima hari sudah habis, ya beli lagi air isi ulang tandon,” ungkapnya.

Kondisi ini tidak hanya dirasakan Suhani saja, para tetangga di sekitaran yang sudah tinggal di rumah Jokowi juga ada yang mengalami hal sama, mencari air bersih dari tampungan guyuran hujan dan membeli di tukang air keliling.

Dia pun berharap kepada PDAM Balikpapan harusnya peka. Rumah subsisi merupakan program pemerintah pusat semestinya diutamakan untuk layanan pengadaan air bersih.

PDAM harus cepat lakukan penyambungan pipa, aliri air bersih. Apalagi rumah jokowi ini juga bertetangga dengan komplek rumah non subsidi yang sudah tersambung dengan jaringan PDAM, setidaknya mudah untuk melakukan penyambungan sampai komplek rumah subsidi ini.

“Susah juga kalau kami harus tunggu lama pengadaan air PDAM. Tolonglah PDAM, cepat masuk kesini. Warga disini semuanya pasti butuh air. Air itu kebutuhan utama juga,” katanya.

Kesulitan Cari Sumber Daya Air

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved