Sebelum Jabat Kepsek SMAN 2 Malang, Retno Dwi juga Pernah Didemo di Sekolah Ini
Ia akhirnya memutuskan memutasi kepala sekolah SMAN 2 Malang, Retno Dwi ke Cabang Dinas Kota Malang.
"Namun, batas periodesasi tetap diperlukan agar tidak terjadi otoriter jabatan," ungkapnya.

Baca: Bukan Hoax, Bandara Samarinda Baru Mulai Beroperasi Tanggal Segini
Baca: 50 Unit Taksi Online Resmi Operasi di Samarinda, Ini Ciri Taksi yang Legal
Baca: Glamour Seperti Princess, Lihat Foto Cita Citata Dalam Balutan Dress yang Tampak Cute Banget

Sebelumnya ratusan siswa kelas X hingga XII SMAN 2 Malang menggelar demo di halaman sekolah.
Mereka menuntut Dwi Retno dilengserkan dari jabatannya sebagai kepala sekolah.

Di media sosial juga beredar alasan kenapa para siswa SMAN 2 Malang menuntut Dwi Retno menyudahi memimpin sekolah tersebut.
Pertama, sang kepala sekolah suka berkata tidak sopan seperti bodoh, jelek, dan miskin.
Kedua, suka menerapkan peraturan aneh.
Peraturan yang dinilai tak wajar itu misalnya guru dan siswa dilarang ke kamar mandi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Ketiga, suka melakukan tindakan kekerasan seperti menampar.
Keempat, memarahi guru di depan murid.
Kelima, adanya pendaftaran ulang semester sebesar Rp 1 juta dimana tidak ada toleransi keterlambatan.
Keenam, adanya pemotongan uang beasiswa Indonesia Pintar sebesar Rp 500.000

Retno Dwi sebelumnya pernah menjabat sebagai kepala sekolah di SMAN 3 dan SMAN 5 Malang.