Aset Pemkot Banyak Digugat, Sekda: Surat-suratnya Hilang
Yang jelas, menurut Sugeng, Pemkot Samarinda terus berupaya merapikan administrasi aset-asetnya.
Penulis: Rafan Dwinanto |
"Ya kita review dokumen kepemilikannya. Kita terus benahi," tuturnya.
Aset Pemkot yang digugat warga ini salah satunya SD Negeri 004, di Jalan Cendana.
Saat melakukan kunjungan lapangan, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota 2017, Sri Puji Astuti, mengungkapkan, lahan SDN 004 digugat ahli waris.
Baca juga:
Pria Tak Dikenal Diam-diam Ambil Jersey Pelatih Borneo FC, Begini Kronologinya
Chopper Emas Presiden Jokowi Bakal Mejeng di Ajang IIMS
Borneo FC Andalkan Sang Mantan Hadapi Persija Jakarta
Dubes Rusia Bertandang ke Kantor PSI, Sang Sekjen Ungkap Arah Pembicaraan
Menurut Puji, sebagian besar aset Pemkot yang tak bersurat berasal dari wakaf warga.
"Dulu, zaman orde baru, keinginan warga untuk membantu pemerintah itu besar. Jadi, pemerintah bangun sekolah, rumah ibadah, rumah sakit, itu pakai tanah wakaf," ujar Puji.
Namun, pemberian warga tersebut kemungkinan tak langsung ditindaklanjuti dengan mengurus kelengkapan administrasi.
"Sebelum tahun 2000, aset itu di Pemprov. Dan diserahkan ke Pemkot setelah tahun 2000. Tapi yang diserahkan asetnya saja, suratnya tidak," kata Puji. (*)