Kisah Seorang Kurir Bawa Ibunya yang Idap Alzheimer Bekerja Setiap Hari, Alasannya Begitu Menyentuh
Dia juga mengikat tali kek keduanya yang berfungsi sebagai sabuk pengaman untuk memastikan ibunya aman.
Keduanya mendapatkan pekerjaan sebagai kurir untuk toko komputer lokal, sementara sang ibu tinggal sendirian di rumah.
"Pada saat itu, ibu saya masih bisa berpikir jernih dan beliau biasanya tinggal di rumah atau pergi keluar untuk jalan-jalan," kata Cai.
Sayangnya, hal itu mulai berubah saat Yang menunjukkan tanda-tanda gangguan kognitif dan masalah ingatan.
Yang secara bertahap menjadi lebih buruk, tak lama kemudian dia kehilangan kemampuan untuk mengurus dirinya sendiri.
Hal ini membuat Cai membiarkan Yang tinggal bersamanya setiap tahun mulai dari Januari hingga April, ketika sang ibu mulai bergabung dengannya saat bekerja.
Juga dikatakan bahwa pria itu memegang tangan ibunya setiap kali mereka berjalan bersama saat mengantarkan produk, sehingga sang ibu tidak akan tersesat.
"Ketika kami melakukan pengiriman ke gedung kantor, penjaga keamanan sering menolak ibu untuk masuk. Kemudian saya akan bertanya apakah dia bisa menjaga ibu saya, jika tidak, apakah mereka akan bertanggung jawab atas kecelakaan apapun?" kata Cai.
Akhirnya, penjaga keamanan pun membiarkan sang ibu ikut dengan Cai.
Cai sering membawa barang-barang yang harus dia bawa saat ia harus memegang tangan ibunya juga.
Rekan-rekan Cai juga sangat mendukung tindakan tanpa pamrihnya tersebut.
Mereka juga kerap membantu Cai menjaga ibunya saat ia tidak bisa membawa sang ibu bersamanya.
"Banyak teman yang suka ngobrol dan bercanda dengan ibu," ungkap Cai menutup perbincangan. (Tribunnews.com/Natalia Bulan Retno Palupi)
Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Kisah Pria Bawa Ibunya yang Idap Alzheimer Bekerja Setiap Hari, Alasannya Mengharukan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/alzheimer_20180421_215200.jpg)