Mengenal Lebih Dekat RA Kartini, dari Anak Selir hingga Penokohan Pahlawan Nasional
Tokoh pahlawan perempuan Raden Ajeng Kartini, kerap melekat di hati bangsa Indonesia.
Surat pertamanya pada saat itu berisi pengajuan beasiswa untuk bisa bersekolah di Belanda.
Surat pengajuan tersebut akhirnya disetujui, setelah itu Kartini juga mengajukan surat agar mendapatkan beasiswa bersekolah di Batavia, tetapi karena dia telah menikah, beasiswa tersebut diberikannya kepada pemuda bernama Salim dari Riau.
Selain surat pengajuan beasiswa, Kartini juga menulis surat protes kepada pemerintahan Hindia Belanda.
Pada saat itu, dimana belum ada Sumpah Pemuda, Kartini mengusulkan agar Bahasa Melayu dan Bahasa Belanda menjadi bahasa media cetak dan dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan.
12. Pada 2 Mei 1964, Presiden Soekarno mengeluarkan Kepres RI No. 198 Tahun 1964 yang menetapkan bahwa Raden Ajeng Kartini adalah Pahlawan Kemerdekaan Nasional.
Hari lahirnya dijadikan hari nasional yang dikenal sebagai Hari Kartini.(*)
Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul RA Kartini Ternyata Anak Selir Hingga Tudingan Rekayasa Belanda, 12 Fakta yang Jarang Diketahui
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/hari-kartini_20180421_140814.jpg)