Pilgub Kaltim 2018
Apa Dampak Debat Pilkada Kaltim Bagi Pemilih, Ini Analisis Dosen Komunikasi Unmul
Dalam debat publik memang kita harus melihat kelemahan lawan. Itu masuk strategi untuk meyakinkan publik
Nurliah Simollah, Dosen Ilmu Komunikasi Unmul
TRIBUNKALTIM.CO - Dalam debat publik memang kita harus melihat kelemahan lawan. Itu masuk strategi untuk meyakinkan publik, bahwa apa yang mereka sampaikan itu lebih argumentatif, lebih berdasar data daripada paparan yang diberikan lawan.
Jadi, yang dilemahkan adalah ide, gagasan, dari lawan yang sesuai dengan tema yang diberikan. Bisa dibilang, mendesak dengan elegan, mendesak dari sisi argumen yang lebih baik, bukan pada pribadi.
Debat sendiri menurut tata bahasa (KBBI) adalah pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.
Baca: Jelang Debat Pilkada Kaltim Sesi I, Ini yang Dilakukan Pasangan Calon
Ada poin mempertahankan pendapat yang harus dilihat. Setiap debat, apapun yang disebut debat, harusnya melemahkan argumen dari pihak lawan. Kemampuan mendesak argumen lawan, kemampuan untuk menyanggah menjadi penting dan harus diperhatikan publik.
Akan sangat tidak cerdas, jika pasangan calon tidak bisa memberikan argumen/sanggahan sesuai tema yang diberikan.
Debat menjadi penting, karena ini bisa menjadi awal dari framing media ke depan. Apa saja yang menjadi hal menarik dari pernyataan/argumen/sanggahan paslon, bisa menjadi hal-hal yang bisa diberitakan dalam hari-hari setelahnya. Ini berimbas pada elektabilitas paslon.
Untuk itulah, pasti mereka sudah menyiapkan riset, apa-apa saja yang kemungkinan akan menjadi kelemahan tiap lawan, serta bagaimana untuk mempertahankan gagasan mereka masing-masing.
Baca: Laga Bayern Muenchen vs Real Madrid: Ketika James Harus Berkhianat
Kemudian, jika ada paslon yang menekan bukan pada gagasan, argumen, atau apapun itu, tetapi justru lebih mendesak pada sisi pribadi lawan, maka akan menjadi pertanyaaan. Apakah timnya tidak lakukan riset untuk mengetahui kelemahan lawan dari sisi gagasan, sehingga harus menekan pribadi?
Lebih lanjut, siapa yang disasar dalam debat ini, saya justru melihatnya adalah dari kalangan terdidik di Kaltim. Mereka yang sampai saat ini masih dalam status abu-abu dalam menentukan paslon, bisa saja langsung menentukan pilihannya, usai mendengarkan debat Pilkada Kaltim nanti.
Baca: Polisi Temukan Belasan Botol Miras di Warung Milik Amir di Mantikas Sebatik
Saya melihatnya debat malah bisa mempengaruhi elektabilitas paslon bagi pemilih terdidik hingga sampai 50 persen. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/nurliah_20180425_000616.jpg)