Jumat, 17 April 2026

Hyperbaric Chamber, Terapi Setara dengan Menyelam di Spot Paling Ekstrem!

Hyperbaric Chamber berbentuk tabung besar menyerupai kapal selam ini memiliki kapasitas 7 orang.

TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Tidak hanya menyebuhkan penyakit dekompresi akibat menyelam, terapi hyperbaric chamber juga dapat menyegarkan kondisi tubuh dengan melancarkan peredaran darah dan meregenerasi sel-sel di dalam tubuh. 

Namun dalam prosesnya, dibutuhkan pengalaman dan keterampilan menyelam.

Terutama equalizing, yakni tehnik mentralkan tekanan di telinga.

Terapi yang kami jalani menurut Agus, setara dengan menyelam di lokasi penyelaman paling ekstreme, yakni di Spot Diving Chanel.

Bahkan Robi beberapa kali memejamkan matanya karena menahan rasa sakit yang luar bisa di bagian telinga saat menjalani terapi ini.

Baca: Ramaikan CFD, Warga Berkaus dan Topi #2019GantiPresiden, Ini Alasannya

Equalizing ini harus dilakukan terus menerus, karena setara dengan menyelam dari kedalam 0 sampai 18 meter dalam waktu 3 menit.

Setelah proses memberi tekanan dalam chamber selesai, melalui pengeras suara, Gideon menginstruksikan kami agar mengenakan regulator.

Ada dua 2 jenis regulator yang melekat di wajah kami, di sisi kanan memompa oksigen murni, di sisi kiri menyerap sisa pernafasan.

Edi Akbar, Samuel dan Yudi Rizal tertawa terpingkal-pingkal, ketika saya berbicara. Karena suara saya mirip dengan tokoh donal bebek, akibat tekanan udara yang besar.

“Pop!” para ‘pasien’ di dalam chamber sempat terkaget-kaget saat membuka botol air mineral yang meletup dan mengeluarkan suara mirip botol anggur yang dilepas tutup gabusnya.

Tekanan udara di dalam chamber rupanya juga membuat air mineral dalam botol plastik mengalami tekanan dan membentuk gas.

Gas dalam botol air mineral tadi, pada dasarnya, mirip dengan penyakit dekompresi ekstreme.

Saat menyelam di kedalaman yang sama dan tiba-tiba naik kepermukaan, gas ini yang merobek jaringan pembuluh darah dan mengakibatkan kelumpuhan dan kematian.

“Jadi prinsip hyperbaric chamber ini mengeluarkan nitrogen dari dalam tubuh dengan memasukan oksgen murni,” jelas Gideon.

Keberadaan Hyperbaric Chamber ini dirasa cukup tepat untuk ditempatkan di Tanjung Batu, pasalnya, Tanjung Batu merupakan pintu masuk pariwisata.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved