Pilgub Kaltim 2018
Jual Jagung Pakai Gerobak Bangunan, Pedagang Ini Sebut Dapat Rezeki Pilgub
Puncak pesta demokrasi Pilkada Kaltim baru akan dirasakan masyarakat pada 27 Juni 2018, hari pencoblosan.
Laporan Wartawan Tribun Kaltim Anjas Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Puncak pesta demokrasi Pilkada Kaltim baru akan dirasakan masyarakat pada 27 Juni 2018, hari pencoblosan.
Meski demikian, efek gulir dari Pilkada Kaltim 2018, sudah dirasakan beberapa pedagang saat Isran Noor kunjungi Pasar Sangatta Lama, Selasa (1/5/2018).
Salah satunya Akbar, pria usia lebih 60 tahun, yang saat itu jajakan dagangan jagung di pasar Sangatta Lama.
Saat itu, ia tak jajakan dagangan di gerai-gerai pasar.
Baca: Isran Kunjungi Pasar, Pedagang Yakin Suara di Kutim Bisa 90 Persen
Akbar justru dagangkan jagung dengan gunakan gerobak bangunan.
Gerobak yang biasanya digunakan untuk membawa bahan dagangan, seperti semen, batu bata, hingga pasar, justru digunakan sebagai tempat untuk jualan jagung miliknya.
Beruntung, saat ia jajakan jagung, melintas pula rombongan Isran yang saat itu sedang berkeliling pasar Sangatta Lama.
Adalah Norbaiti, istri dari Isran Noor yang kemudian menemui Akbar.
Diajak ngobrol, Norbaiti kemudian, mempersilakan masyarakat yang lewat untuk mengambil saja jagung dagangan milik Akbar.
Baca: Begini Gaya Isran Saat Kunjungi Sangatta Lama
Ia (Norbaiti), kemudian yang membayar.
Sontak saja, belum sampai 5 menit, seluruh dagangan Akbar ludes tanpa sisa.
"Habis 15 kantong. Satu kantongnya Rp 5 ribu. Saya lewat saja tadi ditanya soal jagung. Saya jual semua. Rezeki lewat sini. Rezeki pemilihan (Pilgub)," ucapnya.
Hal yang sama juga dirasakan Normainah, pedagang sayur yang saat itu duduk santai jajakan sayur mayur di ruas jalan Pasar Sangatta Lama.
Tak sadar, Masykur Sarmian, Ketua DPW PKS Kaltim, kemudian ikut persilakan masyarakat yang ingin membeli, untuk ambil sayur gratis.
"Sayur gratis, sayur gratis, silakan diambil," katanya.
Baca: Beda! Peringatan Hari Buruh Sedunia Ini Dilakukan Riang Gembira di Pantai Kilang Mandiri
Normainah, yang kemudian selesai jajakan dagangannya pun ikut berucap.
"Lumayan, dapat Rp 250 ribu. Tak sampai 5 menit. Biasanya seharian, belum tentu dapat segini (Rp 250 ribu). Kalau begini terus, bagus betul Pasar Sangatta Lama sudah," ucapnya. (*)