Teror Bom Surabaya

Anak Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Surabaya Akhirnya Dijenguk Sang Kakek

Keluarga pelaku, yang diwakili kakek dan sang paman hanya mengakui Ais, 7 tahun, korban selamat aksi bunuh diri.

Kolase Tribunnews.com
Ais, bocah yang selamat dari ledakkan bom bunuh diri 

"Yang datang adalah kakek dan Paman Ais. Tapi tidak mengakui bahwa ibunya Ais adalah anaknya," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, seperti TribunStyle.com lansir dari Kompas.com. 

Padahal, dia sangat membutuhkan kehadiran keluarga jenazah sebagai pembanding data sekunder.

"Tapi karena anggota keluarga tersebut tidak mengakui, kita tidak bisa memaksa," kata Barung.

Ais adalah bocah 7 tahun yang selamat dari ledakan bom bunuh diri yang dilakukan ayah, ibu, dan kedua kakaknya.

Baca: Disebut Segera Menikah dengan Maia Estianty, Foto Masa Muda Irwan Mussry Malah bikin Netizen Meleleh

Bom bunuh diri juga dilakukan oleh keluarga Dita Supriyanto di 3 gereja di Surabaya.

Lima anggota keluarga Dita tewas dalam aksi bom bunuh diri itu.

Hingga 3 hari setelah peristiwa bom bunuh diri, memang tidak ada satupun keluarga yang datang untuk melihat jenazah pelaku bom bunuh diri.

Tubuh mereka kini disimpan dalam kontainer khusus penyimpanan jenazah.

Tiga bekas jasad tersebut adalah keluarga Dita Supriyanto, keluarga Anton Febrianto, dan keluarga Tri Murtono.

Suasana rumah orangtua pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya.(KOMPAS.com/Achmad Faizal)
Suasana rumah orangtua pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya.(KOMPAS.com/Achmad Faizal) (KOMPAS.com/Achmad Faizal)

Si Kecil Selamat, Tapi Menyedihkan 

Halaman
123
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved