Sabtu, 18 April 2026

Polisi Malaysia Geledah Rumah Najib Razak, Sita Tas serta Brankas

Dari penggeledahan itu, tidak penangkapan yang dilakukan polisi terhadap penghuni rumah, termasuk kepada Najib Razak.

Prothom Alo
Najib bersama istri saat kampanye. 

TRIBUNKALTIM.CO, KUALA LUMPUR - Setelah melakukan pencekalan, pemerintahan Malaysia di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Mahathir Mohammad melakukan penggeledahan di sejumlah tempat tinggal mantan PM Najib Razak.

Bahkan, satu rumah megah di Taman Duta, Kuala Lumpur, yang ditempati Najib dan keluarga digeledah polisi berlangsung hingga 18 jam sejak Rabu malam hingga Kamis sore.

Setidaknya ada 16 kendaraan polisi dan truk untuk penggeeldahan di rumah tersebut.

Dari penggeledahan itu, tidak penangkapan yang dilakukan polisi terhadap penghuni rumah, termasuk kepada Najib Razak.

Hanya barang-barang pribadi seperti tas wanita, pakaian dan hadiah disita dari rumah mantan Perdana Menteri itu. "Namun tidak ada dokumen yang diambil," ujar pengacara Najib Razak, Harpal Singh Grewal.

Selain rumah di Taman Duta, ada empat lokasi lainnya yang juga digeledah polisi. Empat lokasi itu terdiri atas kediaman pribadi Najib di Sri Perdana, lalu dua unit kondominium di Pavilion KL dan Kantor PM Malaysia.

Harpal menilai apa yang dilakukan oleh kepolisian negara ini adalah bentuk pelecehan terhadap seorang mantan Perdana Menteri. Sebab, penggeledahan di tempat tinggal pribadi ini dilakukan hingga hampir 24 jam.

Sementara, polisi tidak menemukan barng bukti yang signifikan maupun kasus yang hendak dituduhkan kepada Najib.

"Pelecehan ini masih berlanjut, sekarang selama hampir 18 jam," sebut pengacara Najib, Harpal Singh Grewal, merujuk pada penggeledahan oleh polisi.

"Tidak ada hal berarti yang didapat dari penggeledahan dan penyitaan benda-benda yang cuma barang pribadi tidak signifikan," imbuhnya.

Harpal mengungkapkan, satu tim polisi juga berusaha membongkar brankas berusia 20 tahun yang ada di dalam rumah kliennya. Mereka berusaha membongkar dengan cara melakukan pengeboran karena kunci brankas tersebut hilang. "Hanya Tuhan yang tahu apa yang ada di dalamnya," imbuhnya.

Sejumlah politikus anggota koalisi Pakatan Harapan yang dipimpin Perdana Menteri Mahathir Mohamad hingga anak mantan PM Anwar Ibrahim mengkritik penggeledahan terhadap kediaman Najib Razak ini.

Wakil Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang juga putri Anwar Ibrahim Nurul Izzah Anwar,melalui akun twitter-nya menyampaikam, menentang  soal waktu penggerebekan di kediaman Najib pada dini hari yang disebutnya dilakukan pada jam-jam yang tidak bermoral.

"Sebagai mantan korban penggerebekan polisi pada dini hari, saya harus menekankan ketidaksetujuan saya dalam menggeledah rumah siapapun pada jam-jam tidak bermoral," ujarnya.

"Dakwa, selidiki, dengan kebijaksanaan. Prinsip keadilan dan kearifan harus diberlakukan," imbuhnya seraya me-mention akun Twitter milik Polisi Diraja Malaysia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved