Kamis, 30 April 2026

Teknologi Makin Canggih, Begini Kisah Para Perukyat Menentukan Hilal

Meski dimudahkan teknologi, bukan berarti aktivitas rukyat tanpa halangan. Beberapa kendala dipengaruhi juga oleh alam.

Tayang:
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HADI PRASETYO
Seorang undangan tim Rukiyatul hilal mencoba meneropong hilal menggunakan teropong Teodolite dari lantai 15 Menara Asmaul Husna Masjid Baitul Muttaqien Islami Center Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (24/6/ 2017) Kemenag Kaltim bersama tim menunggu keputusan Kementrian Agama RI karena hilal tak terlihat di kota Samarinda. 

Jejaring mandiri yang tidak bekerja sama dengan organisasi apapun itu telah melakukan pemantauan rukyat hilal dan hilal tua sesuai kaidah astronomi sejak 2007. Ma'rufin menyebut kegiatan ini tak hanya dilakukan jelang Ramadhan atau hari raya saja.  

Selain jejaring RHI, Observatorium Bosscha yang ada di Lembang, Bandung, juga melaksanakan hal serupa sejak 2008 di berbagai titik segenap penjuru Indonesia. Namun, kegiatan ini dilakukan saat menjelang Ramadhan dan hari raya saja.

Di mancanegara, upaya serupa digelar ICOP, yang berada di bawah naungan AUASS (Arab Union for Astronomy and Space Sciences) dan JAS (Jordanian Astronomical Society). Pengamatan ICOP sudah dilakukan sejak 1998, dan mengumpulkan 737 data rukyat dari Arab, Asia Tenggara, Eropa, dan AS sampai 2013.

Satu dekade sebelum ICOP, Bradley Schaefer (AS) telah menginisiasi Moonwatch Campaign dalam lima kesempatan berbeda di kawasan Amerika Utara yang melibatkan lebih dari 2.000 perukyat. Mereka berhasil mengumpulkan 294 data.

Semua data yang berhasil dikumpulkan oleh masing-masing pihak kemudian diakumulasi. Sayang, hasilnya masih tergolong kecil dibanding pengamatan benda langit selain hilal.

Sebagai contoh, pengamatan asteroid 2012 DA14 yang melintasi bumi pada 15 Februari 2013 dengan jarak 27.700 kilometer.

Sejak ditemukan pada Februari 2012, para pemburu asteroid berlomba-lomba mengarahkan teleskopnya membidik asteroid ini selama setahun dan berhasil mengumpulkan 1.068 data pengamatan.

Padahal, pengamatan asteroid lebih sulit dibanding rukyat hilal. Ma'rufin sendiri mempertanyakan mengapa pengumpulan data asteroid dengan rukyat hilal sangat jauh perbedaannya.

Menentukan hilal

Ma'rufin menjelaskan, data rukyat hilal umumnya memiliki kekhasan dan pola matematis yang sama. Data RHI memperlihatkan, hilal didefinisikan sebagai bulan yang muncul saat matahari terbenam pasca konjungsi, di mana perbedaan tinggi antara bulan dan matahari sekitar 5,4 derajat (beda azimuth bulan dan matahari 5 derajat) sampai 10,4 derajat (beda azimuth 0 derajat).

Dalam posisi ini, sabit bulan dapat ditangkap teleskop. Bila data ini dibandingkan dengan data rukyat mancanegara, misalnya dari Baitul Hilal Teluk Kemang, Malaysia atau data ICOP yang berasal dari kawasan tropis, terlihat bahwa data RHI konsisten dan dapat digunakan sebagai penanda.

Lag atau selisih waktu terbenamnya matahari dengan waktu terbenamnya bulan juga dapat menunjukkan status hilal.

Hal itu terjadi saat lag antara +24 hingga +40 menit ketika matahari terbenam. Ini adalah batasan tegas yang membedakan hilal dengan status bulan lain. Saat lag +24 menit, maka cahaya bulan akan tertutup cahaya matahari yang sedang terbenam.

Jadi, istilah tertutupi yang disebut dalam hadis Nabi SAW sebenarnya bukan tertutupi awan, melainkan dalam hal ini cahaya bulan tertutup cahaya matahari. Hal ini sekaligus menjawab persoalan apakah cuaca buruk sepanjang waktu yang kerap terjadi di Indonesia membuat penetapan Ramadhan maupun hari raya akan mundur sehari ataukah tidak.

Pada akhirnya, jalan panjang telah terbentang dan masih harus dilalui untuk menyingkap rahasia hilal yang lebih mendalam lagi. Namun, beberapa ciri khasnya sudah bisa diterapkan untuk menentukan Ramadhan.

[Gloria Setyvani Putri]

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lika-liku Para Perukyat Menyingkap Hilal",

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved