PON 2020, PBVSI Kaltim Lebih Cermat Pantau Atlet Potensial
Ketua Pengprov PBVSI Kaltim, Sapto Setiyo Pramono mengaku pembatasan usia atlet Voli di PON tak membebani pihaknya.
Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto |
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Cornel Dimas
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pengprov Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kaltim terus memantau atlet potensial untuk persiapan menuju PON 2020.
Berbeda dari sebelumnya, PBVSI Kaltim Kali ini lebih cermat memantau atlet lantaran di PON Papua berlaku pembatasan usia atlet Voli maksimal 25 tahun.
Ketua Pengprov PBVSI Kaltim, Sapto Setiyo Pramono mengaku pembatasan usia atlet Voli di PON tak membebani pihaknya.
Sebab Kaltim memiliki sejumlah atlet usia muda yang cukup potensial. Apalagi geliat olahraga bola Voli di Bumi Etam saat ini mulai digrandungi kalangan muda dan para pelajar.
Namun salah satu kendala Pengprov PBVSI yaitu pihaknya masih mengandalkan atlet dari klub.
"Kendala utama ya Pengprov masih mengandalkan atlet dari klub. Begini, klub punya peraturan tersendiri dalam melepas atletnya. Kita agak kesulitan kalau mengumpulkan mereka dalam suatu training camp," ucap Sapto, di Samarinda, Selasa (22/5/2018).
Baca juga:
RK Simpan Sabu di Lipatan Kain Lap Kotor, Ternyata Bawa Senpi Rakitan Laras Panjang Juga
Tak Mampir ke KPU Provinsi, Surat Suara Langsung Didistribusikan ke Kabupaten/Kota
Hadapi Bali United, Pesut Etam Belajar dari Dua Laga Kandang Terakhir
Meski demikian, PBVSI tetap melakukan komunikasi sejak awal dengan sejumlah klub yang memiliki atlet potensial agar terpantau perkemvangannya.
Tak hanya itu, pihaknya juga rajin memantau atlet lewat gelaran turnamen di daerah.
Sejauh ini pihaknya sudah mengntongi nama atlet berdasarkan penampilan apik di Piala Gubernur Kaltim dan Kejuraan Voli di Lapas Kelas II A Samarinda beberapa waktu lalu.
"Kami menyasar atlet pelajar dan yang usianya maksimal 23 tahun. Karena di PON nanti ada batasan usia 25 tahun ke bawah. Jadi mereka nanti saat di PON 2020 tidak terkendala batasan usia," ucapnya.
Sementara itu terkait target PBVSI di PON 2020, pihaknya belum bisa memantapkan target lantaran hingga kini peta kekuatan voli masih dinamis.
Namun minimal Kaltim bisa lebih baik ketimbang PON 2016 yang saat itu Voli Kaltim tidak lolos kualifikasi.
"Minimal kita bisa lolos kualifikasi PON dulu. Karena 2015 kita gagal di Pra-PON. Kita pelan-pelan untuk mengembalikan kejayaan prestasi Voli seperti PON 2008 dan 2012, saat itu kita berhasil raih perunggu," kata Sapto. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/peserta-turnamen-walikota-cup-voli-indoor_20161211_183658.jpg)