Jumat, 15 Mei 2026

Berita Video

Pesta Budaya U'o Ajau, Ini Cara Suku Dayak Kenyah Syukuri Hasil Panen Padi  

Mulai dari tarian Penyambutan, tarian Ainan Leto, Tebengang Madang, Ajay Dewasa, tarian Anyam Tali, Udoq Aban serta tarian Ajay

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
tribunkaltim.co/margaret sarita
Tarian –tarian yang dibawakan warga Dusun Rindang Benua memukau para undangan dalam Pesta Budaya Dayak Kenyah U’o Ajau atau syukuran setelah panen 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Margaret Sarita

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Pesta panen menjadi ritual rutin suku Dayak Kenyah dalam mensyukuri hasil pertanian yang telah dicapai.

Seperti yang digelar Sabtu (23/6/2018) di Kampung Rindang Benua, Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur.

Pesta Budaya Dayak Kenyah U'o Ajau digelar untuk menandai keberhasilan panen padi gunung di lahan seluas sekitar 150 hektare, para warga tidak hanya pemuda pemudi, tapi juga anak-anak dan orang tua menampilkan tari-tarian khas suku Dayak.

Baca: Tak Kuasa Menahan Tangis Usai Laga, Neymar Ungkapkan Perasaan di Akunnya

Baca: FIFA Bakal Usut Selebrasi Kontroversial Dua Pemain Swiss Keturunan Albania

Baca: SBY Pertanyakan Mengapa Hanya Rumah Deddy Mizwar yang Digeledah Jenderal Polisi

Ada tujuh tarian yang ditampilkan di depan Bupati Ismunandar dan istri, yang juga Wakil Ketua DPRD Kutim, Encek UR Firgasih.

Mulai dari tarian Penyambutan, tarian Ainan Leto, Tebengang Madang, Ajay Dewasa, tarian Anyam Tali, Udoq Aban serta tarian Ajay anak laki dan perempuan yang juga diikuti Bupati Ismunandar dan para pejabat Pemkab Kutim lainnya yang hadir.

Selain diajak menari bersama, Bupati Ismunandar dan istri serta anggota DPRD Kutim, Herlang Mappatiti juga dilibatkan dalam pendirian tiang ulin pembangunan lamin adat Dusun Rindang Benua.

Tarian –tarian  yang dibawakan warga Dusun Rindang Benua memukau para undangan dalam Pesta Budaya Dayak Kenyah U’o Ajau atau syukuran setelah panen
Tarian –tarian yang dibawakan warga Dusun Rindang Benua memukau para undangan dalam Pesta Budaya Dayak Kenyah U’o Ajau atau syukuran setelah panen (tribunkaltim.co/margaret sarita)

Bersama-sama warga, mereka menarik tali yang mengikat ujung tiang agar berdiri kokoh di tempatnya. Tiang ulin berukir cumi setinggi 4 meter, akan menjadi tiang utama bangunan lamin adat.

Hadirnya Lamin Adat, akan melengkapi fasilitas wisata di Dusun Rindang Benua yang tak hanya memiliki kegiatan rutin pesta budaya panen padi, tapi juga memiliki kawasan wisata air terjun Jantur.

Baca: Demi Kelangsingan, Minimal 8 Jam Benda Ini Menempel di Tubuh Dewi Perssik

Baca: Kecewa Berat Tim Tango Dilumat Kroasia, Fan Argentina Melompat ke Sungai; Jasadnya Belum Ditemukan

Baca: Depak Lucinta Luna dari Duo Bunga, Ratna Pradita Bongkar Mantan Duetnya Memang Transgender

“Dengan fasilitas yang ada, dusun Rindang Benua, bisa menjadi salah satu destinasi wisata di Kutai Timur. Kalau sudah masyarakat mendukung, pemerintah mendukung, kita juga minta stakeholder yang ada ikut mendukung,” ujar Bupati Ismunandar.

Ia juga mengucapkan terima kasih pada warga setempat yang selama ini menjaga suasana kondusif sehingga sampai hari ini kita masih merasakan suasana nyaman tinggal di Kutim.

Baca: Tolak Sepeda, Ini Hadiah yang Dipilih Wanita Asal Bali Usai Berhasil Jawab Pertanyaan Jokowi

Baca: Hujan Dua Jam, Simpang Lembuswana Samarinda Kembali Tergenang

Baca: HASIL BABAK PERTAMA: Timnas U-23 Indonesia Tertinggal 0-1 dari Korea Selatan

Lihat videonya: 

(*)

 Subscribe official YouTube Channel Tribun Kaltim, klik di sini:

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved