PPDB Online - Disdik Akui Ada Kurang Koordinasi soal Data, Jamin Tetap Aman dengan Pola Manual
Apakah besok (Selasa) server sudah bisa dipastikan on, masih dijawab Armin menunggu dari pihak Telkom untuk itu.
Laporan Wartawan Tribun Kaltim Anjas Pratama
TRIBUNKALTIM. CO, SAMARINDA – Tak jalannya server online dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online di Samarinda dan Balikpapan yang terpantau Tribun di hari pertama PPDB Online dijawab oleh Armin, Koordinator PPDB Online Kaltim yang ditunjuk Kadisdik Kaltim, Dayang Budiati, Senin (2/7).
“Iya, benar. Jadi, untuk hari pertama, memang ada gangguan. Masih disinkronkan. Sebenarnya bukan gangguan, tetapi sinkron data, karena data yang kami kirimkan ke Telkom itu masih disinkronisasi. Memang agak telat datanya sehingga kami harus menunggu,” ucap Armin.
Berapa lama proses sinkronisasi tersebut, dijawab Armin sesuai yang ia dapat dari pihak Telkom membutuhkan waktu hingga lebih 5 jam.
Baca juga:
Ada Peluang Beraktivitas Kembali Bermodal Izin Sementara, Begini Respon Pengelola RM Tahu Sumedang
Mau Daftar CPNS? BKD Kaltara Minta Calon Pelamar Tenang, Jangan Sampai Dirugikan
Server PPDB Online Terganggu, Panitia Jalankan Prosedur Manual; Petugas Input Data pun Lembur
Lampiran Surat Edaran Pengurusan Syarat Kesehatan Calon Legislatif Tuai Polemik, Ini Penjelasan KPU
“Kami berharap secepatnya. Tetapi dari Telkom, mengatakan tak sebentar. Kemarin mereka sampaikan, sekitar 5 jam untuk disinkronkan. Jadi, ketika tadi mulai, belum bisa. Masih ada kendala-kendala. Teman-teman di sekolah juga mengeluh. Kok belum (servernya),” ucap Armin.
Apakah besok (Selasa) server sudah bisa dipastikan on, masih dijawab Armin menunggu dari pihak Telkom untuk itu.
“Tadi, katanya siang ini sudah oke. Benar, sampai siang ini, saya pantau juga masih belum. Tetapi, namanya sinkronisasi data kan juga sangat banyak untuk dimasukkan dalam aplikasi tersebut,” ucapnya.
Tribun kemudian menanyakan perihal apakah sebelum dimulainya PPDB Online ini, pihak Disdik dan Telkom tak lakukan trial lebih dahulu sebelum lakukan serentak PPDB Online juga ikut dijawabnya.
Pasalnya, berdasarkan SK Kadisdik Tentang Juknis PPDB yang Tribun dapatkan, PPDB Online juga memiliki estimasi waktu sosialisasi yang cukup panjang, yakni dimulai sejak 2 hingga 30 Juni.
“Iya, sebenarnya itu benar. Jadi, Diknas kan siapkan juknis. Sudah pula kami sosialisasikan. Kemudian, Telkom dengan MoU kan siapkan aplikasi. Memang, di data yang kami beri ini, memang koordinasi karena mungkin bulan puasa. Jadi, habis bulan puasa baru koordinasi. Datanya. Aplikasinya sudah siap, tetapi datanya baru dikoordinasikan (oleh Telkom) setelah Lebaran. Ini kan juga butuh waktu, serta meminta persetujuan pihak atas,” kata Armin.
Banyaknya data yang harus diinput tetapi waktu yang ada hanya sedikit inilah yang membuat server PPDB Online di Samarinda dan Balikpapan menjadi terganggu.
“Di sinilah koordinasi terkendala karena libur. Baru kami dikoordinasikan Telkom untuk permintaan data,” ucapnya.
Tribun kemudian kembali menanyakan kejelasan bahwa pihak keterlambatan ini dilakukan oleh pihak Telkom seperti yang disampaikan sebelumnya.
“Sebenarnya Telkom dalam aplikasinya sudah cepat, tetapi data yang diminta, mungkin dipikir akan lansgung diberikan, Tetapi kami kantak bisa secepat itu, harus proses disposisi dan lainnya. Saya sebagai koordinator harus hubungi teman-teman dahulu. Apalagi, kemarin kan Jumat. Di situ, Jumat, Sabtu, Minggu itulah koordinasi agak terganggu,” ucapnya.
Baca juga:
Data dan Analisa Dinilai Tak Relevan, Timses Isran - Hadi Interupsi Sambutan Gubernur
Pemain Incaran Borneo FC Mulai Terkuak, Duo Persib Jadi Kandidat
Jelaskan soal Dinamika Pilgub Kaltim, Ketua KPU Bercerita Suasana Ngopi di Warung D'Jenggo
Ditanya soal Rencana Pensiun dari Timnas Portugal, Begini Jawaban Cristiano Ronaldo
Tetap Aman dengan Pola Manual
Meskipun dilakukan dengan manual, bukan online seperti yang disosialisasikan sebelumnya, pelaksanaan PPDB Online terkait data calon siswa dipastikan Disdik tak akan terganggu.
“Jadi, Kadisdik sudah arahkan kepada Kepala Sekolah, bahwa semua pelayanan harus dilaksanakan, sekalipun harus menunggu dan dilakukan secara manual,” ucap Armin, Koordinator PPDB Online Kaltim.
Ia pun meyakinkan, bahwa data calon siswa tetap akan terinput, ketika data tersebut sudah diserahkan manual ke sekolah.
“Ketika sudah menyerahkan dokumen, dan sudah dapatkan nomor pendaftaran, calon siswa/ orang tua tak perlu takut. Memang ini perlu diperjelas. Ketika sudah dapat nomor, itu sudah oke. Tinggal inputnya dilakukan operator di sekolah,” ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ppdb-online_20180702_210833.jpg)