Hujan Deras Berimbas Turunnya Permukaan Tanah, Retakan di Belasan Rumah Makin Parah
Rumah yang paling parah terdampak akibat turunnya tanah di lingkungan RT 41 Klandasan Ilir adalah rumah milik Juwito.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sejumlah rumah di kawasan Gunung Malang, jalan Kenangan RT. 41 Kelurahan Klandasan Ilir, mengalami retak-retak akibat permukaan tanah yang turun. Hal tersebut terpantau tribunkaltim.co, Minggu (8/7/2018).
Aan, Ketua RT. 41 Klandasan Ilir mengatakan ada sekitar 13 rumah yang mengalami retak.
Jalan-jalan setapak antar rumah juga mengalami perubahan bentuk permukaan, ada yang turun, ada juga yang naik.
"Retak-retaknya ini sudah agak lama. Sudah setengah bulan yang lalu mungkin. Tapi parahnya pas kemaren hujan deras itu," ujar Aan.
Baca juga:
Jokowi Sudah Putuskan Pendampingnya di Perhelatan Pilpres 2019, Kapan Diumumkan?
Inilah Strategi yang Dijalankan Pemkab untuk Mengatasi Persoalan Sampah di Pulau Wisata
Hujan Deras Berimbas Turunnya Permukaan Tanah, Retakan di Belasan Rumah Makin Parah
Perang Cuitan dengan Fahri Hamzah, Politisi PDIP Ini Sebut Jakarta Beres karena Menterinya
Rumah yang paling parah terdampak akibat turunnya tanah di lingkungan RT 41 Klandasan Ilir adalah rumah milik Juwito.
Tembok ruang tamunya seakan terdorong dari arah samping. Di samping rumahnya, terlihat patahan tanah yang dalam, tepat di garis batas rumahnya.
"Sudah lama memang retaknya. Tapi awalnya belum parah. Yang ninggalin rumah ini sudah ndak tinggal disini lagi. Nah, pas hujan besar kemaren parahnya mas. Turun dia tanahnya, makanya retak ini," ujar Juwito.
Masih di lingkungan RT 41, rumah milik Bambang, mengalami patahan yang panjang melintang di teras rumahnya. Ia pun mengatakan, jika hujan turun, di bawah rumahnya yang berbahan dasar kayu terlihat aliran air yang deras mengalir di dasar rumahnya.
Sejauh ini, para pemilik rumah terdampak hanya menambal retakan tersebut menggunakan semen.
"Ini harusnya dicari sumber airnya dari mana. Mungkin dari atas atau bagaimana. Ditutup atau dialirkan kemana airnya, baru bisa dibenerin ini tanahnya, dibobok (tumbuk)," ujar warga sekitar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/retakan_20180708_172632.jpg)