Pilgub Kaltim 2018

Gubernur Awang Bertemu Isran-Hadi, Usai Beri Ucapan Selamat, Ini Pesan Awang

Dinamika politik pasca kontestasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltim sepertinya bakal berlangsung kondusif

Gubernur Awang Bertemu Isran-Hadi, Usai Beri Ucapan Selamat, Ini Pesan Awang
Tribun kaltim/Anjas Pratama
Pertemuan antara Gubernur Awang Faroek dengan Cagub Cawagub peraih suara terbanyak rekapitulasi KPU Kaltim, Isran Noor – Hadi Mulyadi di VIP Lamin Etam, Senin (9/7/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinamika politik pasca kontestasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltim sepertinya bakal berlangsung adem dan kondusif. Hasil Pleno Rekapitulasi Suara Pilgub Kaltim yang digelar KPU Provinsi Kaltim sesuai hitung cepat (quick count) memenangkan paslon Isran Noor-Hadi Mulyadi.

Satu persatu paslon pilgub, termasuk Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak telah memberikan ucapan selamat kepada paslon nomor 3, Isran Hadi. Hal ini tentu menjadi pertanda baik dalam proses demokrasi Pilkada Kaltim.

Sehari pasca Pleno Rekapitulasi Suara Pilgub Kaltim, Gubernur Awang melakukan pertemuan dengan Isran Noor-Hadi Mulyadi yang didamping istri di ruang VIP Lamin Etam, Kantor Gubernur Kaltim, Senin (9/7).

Baca: Terima Kekalahan, Rusmadi Ingin Bertemu Langsung Isran Noor

"Walaupun tadi agak terlambat, Alhamdulillah saya sudah sampaikan ucapan selamat secara resmi kepada pak Isran. Saya juga sedang siapkan pelantikan pak Isran di Istana Negara," ujar Awang Faroek usai melakukan pertemuan dengan Isran.

Tak hanya pelantikan di Istana Negara, menurut Gubernur, dirinya juga akan menyiapkan pelantikan serta malam pisah sambut untuk pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur di akhir kepemimpinannya pada Desember mendatang.

"Saya persiapkan pula Sidang Paripurna DPRD untuk serah terima jabatan pada 18 Desember. Itupun tergantung pelantikan di Jakarta. Jika pelantikan tepat pada 18 Desember, dua hari setelah itu, kita adakan acara di Samarinda. Di DPRD siang hari dan malam harinya pisah sambut Gubernur lama ke Gubernur baru," jelas Awang.

Selain memberikan ucapan selamat Awang juga ikut menitipkan sesuatu kepada Isran Noor, terkait progress pembangunan di Kaltim. "Saya harapkan pak Isran melanjutkan semua program pemerintah. Yang telah baik pertahankan, yang kurang baik dievaluasi dan direcanakan. Hanya itu," katanya.

Sementara, Isran Noor ikut menjelaskan hasil pertemuannya dengan mantan atasannya di Kutim tersebut. "Sudah disampaikan pak Gubernur, bahwa saya datang bersama dengan cawagub dan istri. Kemarin juga sudah sampaikan good greeting, the best greeting. Kedua, saya sebagai anak buah beliau, wajib hukumnya datang ke sini bersilaturahim," ucap Isran.

Baca: Tak Punya Gedung, SMPN 1 Sepi Peminat, Peserta Didik Baru Limpahan dari Sekolah Lain

Tokoh senior dari Awang Faroek juga ikut dijelaskan, yang mana Isran dan Awang memang pernah sama-sama berkarir di birokrasi, saat keduanya menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kutim.

"Sebagai orang yang saya anggap sebagai guru. Memang guru. Mulai di SPR dulu guru Pancasila, sampai ke Unmul, sebagai juga guru politik. Kemudian sebagai atasan di birokrat, sampai saya jadi Bupati dan sampai saya jadi Gubernur. Ini wujud terima kasih saya sebagai yang junior kepada yang telah banyak berikan inspirasi," tuturnya.

Meskipun sempat didera beberapa isu seputar perbedaan pandangan terkait kebijakan pembangunan Kaltim, pertemuan keduanya pun berlangsung cair. "Soal gorengannya jangan kepahitan. Jangan kuatir. Semua program strategis yang dilakukan pak Awang akan dilanjutkan. Nanti kami akan evaluasi dalam hal strateginya," kata Isran Noor.

Ucapan sial evaluasi ini, ikut ditimpali Awang Faroek kembali. "Kita tak bisa andalkan APBN, karena dananya kurang. Apalagi APBD. Seperti jalan tol, tak mungkin jalan tol dibangun jika tak ada kelayakan ekonomis. Makanya perlu intervensi APBD, dengan pola Public Private Partnership (PPP). Karena ada PPP, semua rebutan bangun. Artinya yang tak laku, jadi laku," katanya.

Baca: Belum Ada Parpol yang Mendaftarkan Calegnya di KPU

Pola-pola pembangunan yang ikut menggandeng swasta inilah yang disebut Awang diyakininya akan dilanjutkan Isran Noor.

"Pola saya yang saya yakin dilanjutkan oleh pak Isran. Kedepan itu nanti pak Isran, bukan saya. Nanti saya tinggal nonton. Termasuk PI Blok Mahakan. Ada juga blok lainnya. Itu saja sudah 40 persen, jika masing-masing 10 persen PI-nya," kata Awang.

Terakhir, Awang juga sampaikan, Kaltim diharap bisa berlari lebih kencang dalam pemerintahannya nanti. "Mudah-mudahan Kaltim lebih cepat dibawa maju. Kaltim berlari semakin cepat. Kalau saya larinya 20 km per jam, pak Isran Insya Allah bawa 30 km per jam. Itu pandangan saya," tandasnya. (*)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved