Mesut Ozil Resmi Putuskan Mundur dari Timnas Jerman, karena Serangan Rasialisme
Mesut Ozil mengumumkan gantung sepatu dari membela timnas Jerman lewat surat terbuka.
TRIBUNKALTIM.CO - Mesut Ozil mengumumkan gantung sepatu dari membela timnas Jerman lewat surat terbuka. Secara resmi, Mesut Ozil mengumumkan ia pensiun dari timnas Jerman.
Surat terbuka yang diunggah Ozil ini berisi tanggapannya kepada kritik yang terus menerus ia terima belakangan ini.
Pemain 29 tahun menyampaikan ketidakadilan yang ia terima selama memperkuat timnas Jerman, terutama saat dirinya berfoto dengan presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.
Dalam surat yang terdiri dari tiga bagian tersebut, Ozil merasa bahwa federasi sepak bola Jerman (DFB), media, hingga warga Jerman, tidak memandang dirinya secara adil karena mempunyai darah Turki.
Ozil menekankan bahwa masalah rasialisme dan tidak adanya rasa menghargai adalah faktor utama penyebab pemain Arsenal ini memutuskan mengakhiri pengabdiannya untuk Tim Panser.
Baca: Dramatis, Hamilton Start pada Urutan 14 Ternyata Berhasil Rebut Juara F1 di Jerman
Baca: Titi Kamal Terjangkit Demam Make Up Freckles, Sandra Dewi Langsung Komentar
Keputusan gantung sepatu tertera di akhir bagian ketiga surat tersebut berbunyi, "Dengan berat hati dan dengan pertimbangan yang mendalam terhadap peristiwa yang terjadi belakangan, saya (memutuskan) untuk tidak lagi memperkuat timnas Jerman. Saya merasa (menjadi korban) rasialisme dan rasa tidak hormat."
Ozil menjadi pilar penting ketika Jerman menjuarai Piala Dunia 2014 di Brasil dan peringkat tiga Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Pemain berusia 29 tahun itu mengeluarkan pernyataan keras dan panjang di Twitter, di mana ia secara khusus menyalahkan Presiden DFB (perhimpunan sepak bola Jerman) Reinhard Grindel.
Ozil mengatakan dia "tidak mau lagi jadi kambing hitam karena ketidakmampuan [Grindel] melakukan pekerjaannya dengan benar."
Di mata Grindel dan pendukungnya, saya orang Jerman ketika kami menang, tetapi saya seorang imigran ketika kami kalah," tambahnya.
"Saya merasa tidak diinginkan dan berpikir bahwa apa yang telah saya capai sejak debut internasional saya di tahun 2009 telah dilupakan."
Baca: Pencemaran Minyak di Teluk Balikpapan, KLHK Belum Cabut Larangan Berenang
Baca: Nabi Palsu Dikeroyok Sekeluarga Gara-gara Gagal Hidupkan Jenazah
"Meskipun membayar pajak di Jerman, menyumbangkan fasilitas ke sekolah Jerman dan memenangkan Piala Dunia bersama Jerman pada 2014, saya masih belum diterima di masyarakat.
Saya diperlakukan sebagai 'berbeda'."
Tidak ada penyesalan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/mesut-ozil_20180723_063321.jpg)