Jumat, 24 April 2026

Mancanegara

Aplikasi 'Tuyul' Order Fiktif juga Melanda Singapura

”Manipulasi aplikasi tersebut telah menyebabkan kerugian para mitra pengemudi karena mata pencaharian mereka terkena dampak

Tribun Medan/Array Argus
Delapan tersangka pembobol sistem Grab Car yang diamankan Satreskrim Polrestabes Medan. Mereka inilah yang dikenal dengan istilah angkut penumpang tuyul, Kamis (22/2/2018) 

Jika menggunakan kurs Rp 10.454 per S$ maka kerugian RYDE yang mencapai S$ 50.000 itu setara Rp 522,72 juta hanya dalam kurun waktu kurang dari dua bulan.

RYDE menyebut sudah melakukan penyelidikan secara mendiri terkait itu. Hasilnya berupa bukti digital yang mengarah ke alamat IP 119.73.221.76, 128.199.213.100 dan 49.213.16.0 sebagai sumber pembuatan akun-akun palsu dimaksud.

Bukti digital itu ternyata menunjukkan bahwa mayoritas dari akun palsu dan dan order fiktif itu berasal dari lokasi di Midview City1 dan The Herencia2. Alamat dimaksud rupanya lokasi atau biasa disebut basecamp GRAB dan UBER yang sudah tidak beroperasi di Singapura.

Atas bukti kuat itu, RYDE punya dasar melaporkan ke pihak kepolisian. ”Manipulasi aplikasi tersebut telah menyebabkan kerugian para mitra pengemudi karena mata pencaharian mereka terkena dampak,” sebut manajemen RYDE.

Selain menyebabkan pengemudi kehilangan uang untuk bahan bakar, menurut RYDE, tindakan itu membuat ketersediaan driver untuk mengambil lebih banyak pekerjaan jadi terbatasi.

Sebab para driver sedang melakukan perjalanan sia-sia menjemput orderan yang sesungguhnya tidak ada manusianya. ”Itu (order fiktif) merupakan tindakan melawan hukum,” tegas manajemen RYDE. (*)

Artikel ini sudah tayang di kontan.co.id dengan judul Ternyata, aplikasi untuk order fiktif juga ada di Singapura https://industri.kontan.co.id/news/ternyata-aplikasi-untuk-order-fiktif-juga-ada-di-singapura

Sumber: Kontan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved