Berita Video
Demi Pecahkan Guinness World Records, Warga Binaan Rutan dan Lapas Balikpapan Joget Poco-poco
Kegiatan berlangsung sejak pukul 07.30 Wita, Minggu (5/8/2018) dengan kondisi cuaca yang cerah memayungi event joget
Penulis: Budi Susilo |
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO BALIKPAPAN - Sebanyak 597 Rumah Tahanan (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di seluruh Indonesia selenggarakan menari Poco-poco The Guinness Book of Records tahun 2018.
Termasuk satu di antaranya Rutan dan Lapas di Balikpapan ikut terlibat meramaikan pemecahan rekor dunia ini, yang dilakukan secara serentak secara nasional.
Kegiatan berlangsung sejak pukul 07.30 Wita, Minggu (5/8/2018) dengan kondisi cuaca yang cerah memayungi event joget Poco-poco untuk Guinness World Records.
Pengamatan Tribunkaltim.co, di aula taman dalam Rutan Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur diikuti sebanyak 25 warga binaan yang semuanya adalah kaum hawa.
Baca: Didampingi Sejumlah Menteri, Jokowi dan JK Hadiri Pemecahan Rekor Dunia Menari Poco-poco
Saat ditemui, Kepala Rutan Balikpapan, Febie Dwi Hartanto, menjelaskan, pelaksanaan pemecahan rekor dunia atau Guinness World of Record tahun 2018, menari poco-poco secara bersama-sama.
"Kami ikut melaksanakan pemecahan rekor dunia yang digagas oleh pusat, dipusatkan di Monas Jakarta. Diikuti Rutan dan Lapas dari Sabang sampai Merauke," ujarnya pada Tribunkaltim.
Selain itu, tambah Febie, ini juga dalam rangka untuk ikut turut memeriahkan perhelatan pesta olahraga terbesar di Asia yakni Asian Games 2018 yang tuan rumahnya adalah Indonesia.
Ikuti melaksanakan pemecahan rekor dunia yang digagas oleh Pusat di Monas diikuti Rutan dan Lapas dari Sabang Sampai Merauke.
Baca: Demi Rekor Dunia, Iriana Jokowi dan Mufidah Jusuf Kalla akan Ikut Menari Poco-poco
"Ada yang sebagian narapidana, ada yang sebagian pesertanya tahanan rutan," ungkapnya yang baru sekitar delapan bulan bertugas di Lapas Balikpapan ini.
Menurut dia, kegiatan ini merupakan hal yang positif bagi warga binaan.
Melalui olahraga tentu saja memberikan kesehatan jiwa dan raga, menghilangkan kepenatan para penghuni Rutan Balikpapan.
"Hiburan buat mereka supaya tidak penat terhibur. Nanti kalau tidak ada hiburan, tidak berolahraga bisa bahaya," katanya.
Keterlibatan Rutan Balikpapan dalam kontribusi pemecahan rekor dunia ini sudah dipersiapkan sekitar 10 hari yang lalu.
"Mereka dilatih secara berkesinambungan dengan belajar di video tutorial. Gerakan kami ini serentak harus sama dengan di seluruh Indonesia," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/warga-binaan-rutan-balikpapan-menari-poco-poco_20180805_100020.jpg)