Kalau APBD-P Lambat Cair, Kontraktor Diminta Pakai Dana Pribadi
Pertama, yakni pembangunan jalan tol Seksi 1, untuk segmen 4, dimana nilai kontrak adalah Rp 273 miliar.
Laporan wartawan Tribunkaltim.co, Anjas Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Usai adanya kekhawatiran jika empat proyek Multiyears Contract (MYC) kemungkinan akan terancam stop dikarenakan progress fisik dan keuangan tak sampai 60 persen hingga awal Agustus 2018, Pemprov Kaltim menjamin akan anggarkan Rp 450 miliar dalam porsi APBD-P Kaltim 2018.
Hal ini disampaikan Muhammad Sabani, satu dari tiga nama yang diajukan untuk menjadi Sekda definitif Kaltim, Rabu (15/8/2018) di ruang kerjanya.
“Saya yakin selesai, dan yakin (Rp 450 miliar teranggarkan). Kan sudah kami alokasikan. Kalau alokasinya sudah kami ajukan ke DPRD, untuk harus diselesaikan pada APBD-P ini,” ucap M Sabani yang juga menjabat sebagai Asisten I Pemprov Kaltim.
LIVE STREAMING SCTV - Timnas U-23 Indonesia vs Palestina Malam Ini Jam 19.00 WIB
Banyaknya dana yang diperlukan tersebut, untuk membiayai keseluruhan proyek MYC, termasuk diantaranya empat item pengerjaan utama dimana progress fisik ataupun keuangan hingga Agustus 2018, masih belum mencapai 60 persen.
Dari data laporan Dinas PUPR kepada pansus Laporan Pertanggungjawaban, ada empat item pekerjaan yang tak sampai 60 persen pengerjaan fisik dan pengucuran keuangan tersebut.
Pertama, yakni pembangunan jalan tol Seksi 1, untuk segmen 4, dimana nilai kontrak adalah Rp 273 miliar.
Dari nilai kontrak tersebut, telah dua kali dikucurkan anggaran, yakni Rp 79 miliar di 2017, serta Rp 91 miliar di 2018.
Dinas Pertanian Kutai Timur Sisir Pedagang Hewan Kurban
Sisa yang belum terbayarkan dan menunggu kucuran APBD-P 2018 adalah Rp 44 miliar.
Pun demikian dengan tol seksi 1, segmen 5 yang juga butuh kucuran dana dari APBD-P 2018 sebesar Rp 44 miliar.
Dua sisanya lagi, yakni pembangunan jalan pendekat Jembatan Mahakam IV Sisi Samarinda Seberang yang sisa pagu anggarannya dari APBD-P adalah Rp 50 miliar serta terakhir pembangunan jembatan Mahakam IV dengan sisa Rp 19 miliar.
Untuk empat item itu saja, Pemprov butuhkan dana sekitar Rp 157 miliar.
Ini belum termasuk, beberpa proyek lain yang meskipun kucuran keuangann adan progress fisik telah capai 70- 80 persen, tetapi tetap butuh sokongan pendanaan di APBD-P 2018.
Misalnya, seperti pembangunan tol seksi 1 untuk segmen 1,2, dan 3, penyelesaian APT Pranoto, Maloy, serta penyelesaikan jalan pendekat Mahakam IV Sisi Samarinda Kota.
Secara total, kebutuhan yang harus dianggarkan adalah Rp 450 miliar.
Ruang Komisi II DPRD Balikpapan Diperiksa Tipikor, Begini Respon Ketua Komisi
Menanggapi hal ini, Sabani sampaikan Pemprov tetap teguh pada pengajuan pemenuhan sisa anggaran tersebut.
Darimana dananya, bersumber dari pendapatan yang diperkirakan meningkat. Meskipun, saat dikonfirmasi, persentase peningkatan pendapatan ini belum disampaikan dalam bentuk data.
Baca: Diet ala Puasa Ini Ampuh Bikin Tubuh Langsing! Kenali Metodenya. . .
“Keuangan akan kami siapkan. Sisa yang kurang. Kan di APBD murni sudah ada. Sisanya di APBD-P 2018. Harus diselesaikan, sesuai dengan Permendagri, yang namanya multi years itu harus diselesaikan selama masa jabatan Gubernur menjabat. Karena ada perkiraan pebaikan ekonomi Kaltim, harga batu bara yang juga naik, penerimaan sektor kendaraan juga banyak, pajak bahan bakar juga naik, ada perkiraan pendapatan yang bisa naik,” ucapnya.
Komitmen Pemprov untuk lunasi sisa dana proyek MYC ini disebut pula oleh Sabani, bisa saja membuat kontraktor harus manalangi dahulu, seluruh pendanan proyek, jika nantinya proses persetujuan APBD-P 2018 berlarut-larut.
“Tak ada masalah. Jika kontraktor punya duit, pakai uang mereka dahulu, nanti kami bayar. Aspek pemerintah no problem. Tergantung kontraktor. Jadi pasa saat misalnya pemerintah belum ada dana, sementara progress pengerjaan sudah lewat, ya tak apa-apa. Nanti tetap akan dibayar,” katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/m-sabani_20180815_170621.jpg)