Idul Adha 2018
Hari Tasyrik, Perbanyak Dzikir Pada Waktu-waktu Ini Seperti yang Dilakukan Sahabat Rasulullah SAW
Memasuki hari tasyrik 11,12,13 Dzulhijjah, seluruh umat Muslim dilarang untuk berpuasa.Larangan ini muncul karena hari tasyrik merupakan
TRIBUNKALTIM.CO - Memasuki hari tasyrik 11,12,13 Dzulhijjah, seluruh umat Muslim dilarang untuk berpuasa.
Larangan ini muncul karena hari tasyrik merupakan hari makan dan minum.
Dalam hadits disebutkan,
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ
“Hari-hari tasyriq adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim no. 1141).
Baca: Jaksa Sebut Zumi Zola Pakai Uang Gratifikasi untuk Beli Mainan Marvel dari Singapura
Adanya larangan puasa bagi umat Muslim menjadikan hari tasyrik semakin istimewa.
Karena pada hari ini, dianjurkan bagi umat Islam untuk memperbanyak amalan ibadah selain puasa.
Salah satunya dengan memperbanyak dzikir.
Dilansir TribunStyle.com dari pintuislami.com, Kamis (23/8/2018), saat hari tasyrik, dzikir dalam bentuk apa pun ditujukan kepada Allah SWT.
Dalam hal ini, Allah berfirman :
"Ingatlah Allah di hari-hari yang terbilang." (QS. Al-Baqarah :203.
Baca: Desa di Rusia Ini Berencana Mengganti Nama dengan Suriah, agar Dapat Perhatian dari Moskow
Yang dimaksud terbilang adalah hari-hari tasyrik, yaitu 3 hari setelah Idul Adha.
Ada pula ulama yang berpendapat hari terbilang adalah hari Idul Adha dan 3 hari setelahnya.
Amalan dzikir di hari tasyrik dapat diamalkan dalam beberapa bentuk.
Salah satunya dengan melafalkan takbir setiap selesai sholat lima waktu.
Ini merupakan amalah yang biasa dilakukan oleh sahabat Nabi Muhammad SAW.
Sebagaimana yang dipraktikkan Umar bin Khattab ra, bahwa Umar dulu selalu bertakbir setelah sholat subuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah Dhuhur pada tanggal 13 Dzulhijjah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/salat-tasbih_20180608_103120.jpg)