Inflasi Balikpapan di Bulan Agustus 2018 Turun, Ini Penyebabnya

Inflasi IHK Kota Balikpapan tercatat sebesar -0,02% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 1,03%

Inflasi Balikpapan di Bulan Agustus 2018 Turun, Ini Penyebabnya
Tribun Kaltim
Pedagang kebutuhan pokok di pasar tradisional 

TRIBUNKALTIM. CO - Biasanya kota Balikpapan selalu mengalami inflasi, pemicu inflasi salah satu diantaranya adalah bahan makanan yang kadang naik drastis.

Namun, untuk di bulan Agustus 2018 kemarin, Inflasi IHK Kota Balikpapan tercatat sebesar -0,02% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 1,03% (mtm).

Kota Balikpapan dipimpin oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kpw BI) Balikpapan Suharman Tabrani mengatakan,  Inflasi bulan Agutus lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata inflasi bulan Agustus selama 3 tahun terakhir sebesar -0,34% (mtm). Secara tahunan, inflasi IHK Kota Balikpapan mencatatkan angka sebesar 4,77% (yoy) atau lebih tinggi dari nasional sebesar 3,20% (yoy) dan Kalimantan Timur sebesar 3,87% (yoy).

Baca: Pemkot Balikpapan Kembali Lanjutkan Pemberian Vaksin Rubella di Sekolah

"Tingkat inflasi pada bulan Agustus 2018 lebih banyak didorong oleh kembali normalnya harga dari kelompok volatile foods yang memberikan andil deflasi terbesar yaitu -0,45% (mtm). Deflasi pada kelompok volatile foods (bahan makanan) banyak disumbang oleh penurunan harga ikan layang/benggol (-0,14%), tomat sayur (-0,10%), kangkung (-0,06%) dan daging ayam ras (-0,06%), " katanya.

Baca: Awal Pekan, Nilai Rupiah Menguat 1US$ pada Posisi Rp 14.835

Pada saat yang sama, kelompok Administered Price tercatat inflasi dengan andil sebesar 0,26% (mtm) yang bersumber dari kenaikan tarif angkutan udara (andil 0,25%).

Di sisi lain, kelompok inti menyumbang inflasi sebesar 0,17% (mtm) yang berasal dari kenaikan harga mobil (andil 0,03%), biaya sekolah dasar (andil 0,03%) dan pelumas/oli (0,03%).

Menindaklanjuti hasil High Level Meeting TPID Kota Balikpapan pada awal semester II 2018 mengenai strategi pengendalian inflasi tahun 2018, maka TPID Kota Balikpapan melaksanakan kegiatan capacity building ke TPID Kabupaten Bangli, Bali bersama dengan seluruh TPID Kabupaten / Kota Kalimantan Timur.

"Sasaran dari kegiatan tersebut adalah untuk dapat mengetahui lebih dalam mengenai fokus pembangunan infrastruktur dalam menunjang ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi barang serta mempelajari pengelolaan sentra bawang merah dari hulu ke hilir di Kabupaten Bangli, " ucapnya.

Baca: 11 September Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H, Berikut Jadwal Dua Puasa Muharram dan Niatnya

Ke depan, lanjut Tabrani, terdapat beberapa faktor yang diperkirakan masih akan memberi tekanan inflasi, diantaranya adalah potensi ketidaklancaran distribusi dan produksi bahan makanan dampak risiko cuaca, dan Kenaikan harga barang-barang konsumsi yang bersumber dari impor.

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved