Senin, 13 April 2026

Tahun Baru Islam

Waktu Terbaik Panjatkan Doa Awal Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1440 Hijriyah

Tentunya, doa awal tahun dipanjatkan saat memasuki tahun baru, dan doa akhir tahun sebelum datangnya tahun baru Islam 2018.

Editor: Syaiful Syafar
SERAMBI/BUDI FATRIA
ILUSTRASI - Umat Islam berdoa usai melaksanakan shalat sunat tasbih pada malam Nisfu Syaban di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (22/6/2013) malam. SERAMBI/BUDI FATRIA 

TRIBUNKALTIM.CO - Ada saat atau waktu terbaik saat memanjatkan doa awal tahun dan akhir tahun menyambut tahun baru Islam 2018, 1 Muharram 1440 Hijriyah, Selasa (11/9/2018).

Doa awal tahun dan doa akhir tahun pada tahun baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriyah dipanjatkan dengan waktu terbaik.

Tentunya, doa awal tahun dipanjatkan saat memasuki tahun baru, dan doa akhir tahun sebelum datangnya tahun baru Islam 2018.

Ada banyak amalan yang bisa kita lakukan untuk menyambut datangnya bulan Muharram.

Salah satunya adalah dengan membaca doa awal dan akhir tahun.

Doa akhir tahun dibaca untuk mengakhiri tahun ini, sementara doa awal tahun dibaca untuk menyambut datangnya tahun baru.

Baca: Terdapat 2.830 Pemilih di Semarang dengan Nama dan Tanggal Lahir Sama

Baca: Jadwal Lengkap Liga Champions, Mulai 18/19 September: Inter Milan vs Tottenham, Liverpool vs PSG

Baca: Enam Tumpeng Raksasa Ludes Dalam Satu Menit

Baca: Para Gubernur Nyatakan Dukungan ke Jokowi, Ini Pendapat Jusuf Kalla

Sedangkan waktu membacanya, baik doa akhir tahun maupun doa awal tahun memiliki waktu baca terbaik masing-masing.

Berikut ulasannya seperti dirangkum oleh TribunStyle.com:

Doa Akhir Tahun

Doa akhir tahun dibaca untuk menutup tahun.

Doa ini biasanya dibaca pada akhir bulan Dzulhijjah.

Doa akhir tahun dianjurkan dibaca setelah Salat Ashar hingga sebelum Maghrib tiba.

Berikut doanya:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِى هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِى عَنْهُ فَلَمْ اَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَلَىَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِى وَدَعَوْتَنِى اِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَا ئَتِى عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّى اَسْتَغْفِرُكَ فَغْفِرْلِى وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِى عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَاَسْأَلُكَ اَللَّهُمَّ يَاكَرِيْمُ يَاذَ الْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ اَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّى وَلاَ تَقْطَعَ رَجَائِى مِنْكَ يَاكَرِيْمُ وَصَلَى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim, Wa shallallaahu ‘ala sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihii wa sallam. Allaahumma maa ‘amiltu fi haadzihis-sanati mimmaa nahaitani ‘anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halamta ‘alayya ba’da qudratika ‘alaa uquubati wa da’autani ilattaubati minhu ba’da jur’ati alaa ma’siyatika fa inni astaghfiruka fagfirlii wa maa ‘amiltu fiihaa mimma tardhaahu wa wa’adtani ‘alaihits-tsawaaba fas’alukallahumma yaa kariimu yaa dzal-jalaali wal ikram an tataqabbalahuu minni wa laa taqtha’ rajaai minka yaa karim, wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin Nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa ‘aalihii wa sahbihii wa sallam

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved