Kamis, 23 April 2026

Pasca Gempa, Perumahan Balaroa Sigi Dihuni 900 KK Amblas Ditelan Bumi Sedalam 20 Meter

Pasca gempa berkekuatan 7,7 SR di Palu, Sulawesi Tengah, ada beberapa wilayah yang terkena dampak gempa namun belum mendapat penanganan.

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Puing bangunan di Perumnas Balaroa akibat gempa bumi yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia. 

TRIBUNKALTIM.CO, PALU -- Pasca gempa berkekuatan 7,7 SR di Palu, Sulawesi Tengah, ada beberapa wilayah yang terkena dampak gempa namun belum mendapat penanganan.

Di antaranya yakni Perumnas Balaroa yang berada Perumahan Balaroa, Kabupaten Sigi. Ratusan rumah di perumnas itu dikabarkan rata dengan tanah, bahkan amblas 20 meter akibat gempa tersebut.

Dilansir dari Breaking News Metro Tv pagi ini, Senin (10/1/2018), wilayah ini belum mendapat banyak bantuan.

"Hingga hari ini, Basarnas belum masuk ke wilayah ini, baru ada backup dari daerah namun belum ada penanganan," kata reporter Metro TV di lokasi, Wahyu Wiwoho.

Ia juga menjelaskan, jarak dari pusat kota ke lokasi tersebut sekitar 4-5 meter.

Puing bangunan di Perumnas Balaroa akibat gempa bumi yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia.
Puing bangunan di Perumnas Balaroa akibat gempa bumi yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia. (KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

"Lokasinya di kawasan berbukit, kondisinya lereng dan langsung amblas, menurut warga ini lebih dari 10 hektare ada lebih dari 4 RW, belum ada penanganan yang berarti," jelasnya.

Namun ia mengatakan, saat ini warga yang selamat sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Puing bangunan di Perumnas Balaroa akibat gempa bumi yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia.

Lurah Balaroa, Rahmatsyah mengatakan, hingga pagi tadi, hari keempat pasca gempa, belum ada bantuan sama sekali dari pemerintah.

"Penanganan sampai sekarang dari pemerintah daerah atau pemerintah pusat belum ada sama sekali yang hadir, kami butuh sekali logistik, tenda, air, kantung mayat, sepertinya mayat ada ratusan," jelasnya.

Hotel Roa Roa di kawasan Maesa di Kelurahan Lolu Timur, Kota Palu, luluh lantak dihantam rangkaian gempa yang melanda Sulawesi Tengah. Puluhan tamu belum diketahui nasibnya.
Hotel Roa Roa di kawasan Maesa di Kelurahan Lolu Timur, Kota Palu, luluh lantak dihantam rangkaian gempa yang melanda Sulawesi Tengah. Puluhan tamu belum diketahui nasibnya. (KOMPAS.com/ROSYID A AZHAR)

Ia menjelaskan, di wilayahnya ada sekitar 900 kepala keluarga, dan hampir semuanya rumah hancur dan amblas 20 meter ke bawah.

Ia juga mengatakan, dirinya sudah mencatat ada sekitar 90 warganya yang sudah dipastikan tertimbun reruntuhan rumah.

"Ada 90 sampai 100-an orang sudah dipastikan meninggal dunia berdasarkan laporan warga, diperkirakan masih banyak lagi korban, ratusan bahkan ribuan warga tertimbun yang tidak bisa kita angkat," tandasnya.

Lurah tersebut juga menjelaskan kalau amblasnya rumah-rumah warga di Perumnas Balaroa itu bersamaan dengan gempa 7,7 SR yang mengguncang Palu, dan tak lama langsung terjadi amblas.

Wahyu kemudian menjelaskan kalau dirinya sudah berkoordinasi dengan basarnas semalam untuk meninjau ke lokasi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved