Untuk Capai Target Imunisasi MR di Balikpapan, Sehari Harus Imunisasi 3.544 Anak

Dua kali pengunduran waktu harus dilakukan dalam target cakupan imunisasi Measless Rubella (MR) di Kaltim.

Untuk Capai Target Imunisasi MR di Balikpapan, Sehari Harus Imunisasi 3.544 Anak
Tribun Kaltim/Fachmi Rachman
Petugas Kesehatan Memberikan imunisasi rubella kepada siswa di MTS Negri 1 Balikpapan 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dua kali pengunduran waktu harus dilakukan dalam target cakupan imunisasi Measless Rubella (MR) di Kaltim. Sebelumnya, Dinkes Kaltim menargetkan cakupan imunisasi bisa dilakukan hingga akhir Agustus. Target ini kemudian lepas, dan diperpanjang hingga September seiring keluarnya fatwa MUI soal pro kontra vaksin MR.

Berjalan waktu, target September ikut tak bisa dapatkan 95 persen target final, sehingga kembali diundur hingga akhir Oktober mendatang. Sejauh mana progress vaksinasi terkini di Kaltim dijelaskan Kabid Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kaltim, Soeharsono, Selasa (2/10).

Dari data yang dikirimkan ke Tribun, hingga 1 Oktober seluruh cakupan vaksinasi di Kaltim mencapai 62, 14 persen. "Kalau dilihat grafiknya, ada kenaikan dari saat 25 September lalu, cakupan organisasi di angka 56 persen menjadi sekarang 62, 14 persen," ucap Soeharsono.

Baca: Campak dan Rubella Sangat Mudah Menular, Pencegahan dengan Imunisasi Ini

Balikpapan, Bontang, Samarinda dan Paser kembali menjadi daerah di Kaltim yang memiliki cakupan imunisasi MR terendah, yakni Balikpapapn 44 persen, Bontang 50,6 persen, Paser 53, 22 persen serta Samarinda dengan 57, 33 persen..

"Cakupan tertinggi ada di dua kabupaten, yaitu Kubar dengan sudah 100 persen. Begitu juga dengan Mahulu. Ini juga karena tingkat penduduk di sana yang tidak terlalu besar," jelasnya.

Persoalan utama kurang suksesnya vaksin MR di masyarakat disampaikan Soeharsono, ada pada pandangan masyarakat yang masih belum 100 persen percaya akan kegunaan vaksin dalam mencegah penyakit.

Dugaan sebelumnya, yakni harus adanya fatwa MUI dalam penggunaan vaksin, juga tak mendongkrak naik persentase cakupan vaksin hingga akhir September.

Baca: Pemerintah RI Tetapkan Balikpapan sebagai Pusat Penerima Bantuan dari 18 Negara Sahabat

"Jadi, masyarakat masih harus kami sosialisasikan dahulu agar mendapat pemahaman akan vaksin, yang betul-betul mencegah datangnya penyakit. Hambatan lain, yakni adanya pemberitaan yang membuat kesan vaksinasi itu berbahaya jika dilakukan. Padahal, tidaklah demikian," kata Soeharsono.

Langkah sosialisasi ulang di daerah-daerah yang masih kurang cakupan imunisasi MR jadi salah satu upaya pihak terkait untuk menargetkan 95 persen imunisasi MR hingga akhir Oktober ini.

Untuk bisa mencapai target tersebut, Dinkes Kaltim ikut pula menetapkan angka harian cakupan vaksinasi yang harus didapat agar bisa mencapai 95 persen hingga akhir bulan. Angka ini memperhitungkan jumlah jiwa yang belum divaksin, dibagi dengan jumlah hari kerja aktif yang tersisa.

"Balikpapan, misalnya harus dilakukan vaksin 3.544 jiwa (per hari). Begitu pula dengan Samarinda dengan target harian 3.508 jiwa per hari," katanya. (*)

Penulis: Anjas Pratama
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved