Selasa, 19 Mei 2026

Intelijen AS: Putra Mahkota Arab Saudi Perintahkan Penangkapan Jurnalis Jamal Khashoggi

The Washington Post kembali melaporkan perkembangan terbaru mengenai hilangnya jurnalis asal Arab Saudi Jamal Khashoggi di Turki.

Tayang:
Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman bin Abdulaziz Al Saud pada sebuah wawancara di televisi dalam acara peluncuran inverasi masa depan di Riyadh, Selasa (24/10/2017) waktu setempat. (FOX) 

TRIBUNKALTIM.CO, WASHINGTON DC-- The Washington Post kembali melaporkan perkembangan terbaru mengenai hilangnya jurnalis asal Arab Saudi Jamal Khashoggi di Turki.

Dalam laporan Rabu (10/10/2018), Putra Mahkota Saudi sekaligus penguasa de facto Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, memerintahkan operasi untuk memancing Khashoggi kembali ke Saudi dari rumahnya di Virginia, Amerika Serikat.

Perintah itu diklaim bertujuan untuk menahan sang jurnalis pengkritik kebijakan kerajaan Saudi.

Laporan ditulis Washington Post berdasarkan intersepsi intelijen AS terhadap pejabat Saudi yang membahas rencana tersebut.

Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman bin Abdulaziz Al Saud pada sebuah wawancara di televisi dalam acara peluncuran inverasi masa depan di Riyadh, Selasa (24/10/2017) waktu setempat. (FOX)
Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman bin Abdulaziz Al Saud pada sebuah wawancara di televisi dalam acara peluncuran inverasi masa depan di Riyadh, Selasa (24/10/2017) waktu setempat. (FOX) ()

Keterangan intelijen itu menjadi bukti lain yang melibatkan rezim pemerintahan Saudi dalam kasus lenyapnya Khashoggi pada Selasa (2/10/2018), setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul.

Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Sementara, pejabat Turki mengatakan, tim keamanan Saudi telah menunggu jurnalis itu di dalam dan kemudian membunuhnya.

Khashoggi merupakan kritikus terkemuka terhadap pemerintah Saudi dan Pangeran Mohammed.

Beberapa rekannya menyebutkan, selama empat bulan terakhir ini para pejabat senior Saudi yang dekat dengan putra mahkota telah memanggil Khashoggi untuk menawarkan perlindungan kepadanya.

Mereka bahkan menawarkan pekerjaan tingkat tinggi di pemerintahan, jika dia kembali ke negara asalnya. Khashoggi skeptis pada tawaran tersebut.

Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi.
Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi. (AFP/MOHAMMED AL-SHAIKH)

Menurut dia, pemerintah Saudi tidak akan pernah menepati janjinya untuk tidak mencelakakannya.

"Dia bilang, 'Apakah Anda bercanda? Saya tidak mempercayai mereka (pemerintah Saudi) sedikit pun'," ucap Khaled Saffuri, seorang aktivis politik yang menceritakan percakapannya dengan Khashoggi pada Mei lalu.

Saat itu, sang jurnalis menerima panggilan dari penasihat istana kerajaan bernama Saud Al-Qahtani.

AFP mewartakan, wakil juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Robert Palladino sebelumnya menegaskan, AS tidak memiliki peringatan dini tentang ancaman konkret terhadap Khashoggi.

Peraih Nobel Perdamaian, Tawakkol Karman memegang poster gambar wartawan Jamal Khashoggi sambil berbicara dengan awak televisi, meminta pembebasan.
Peraih Nobel Perdamaian, Tawakkol Karman memegang poster gambar wartawan Jamal Khashoggi sambil berbicara dengan awak televisi, meminta pembebasan. ()

"Meski saya tidak bisa membahas masalah intelijen, saya dapat dengan pasti mengatakan, kami tidak memiliki informasi sebelum hilangnya Khashoggi," katanya.

Seperti diketahui, kasus ini telah memicu kemarahan dari kelompok hak asasi manusia dan jurnalisme.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved