Gempa dan Tsunami Sulteng

Rusak Parah Akibat Gempa, Pengungsi Enggan Gunakan Masjid Agung Palu untuk Tempat Ibadah

Selama mengungsi di kompleks Masjid Agung Palu, pengungsi lebih memilih salat di posko.

Rusak Parah Akibat Gempa, Pengungsi Enggan Gunakan Masjid Agung Palu untuk Tempat Ibadah
Humas Aksi Cepat Tanggap (ACT)
CARI KORBAN - Relawan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) masih mencari korban Gempa Palu di reruntuhan Perumnas Balaroa, Palu, Sulteng, Jumat (12/10/2018). 

Rusak Parah Akibat Gempa, Pengungsi Enggan Gunakan Masjid Agung Palu untuk Tempat Ibadah

TRIBUNKALTIM.CO - Halaman Masjid Agung Darussalam, Palu, Sulawei Tengah (Sulteng), masih dipadati warga pengungsi bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi yang terjadi lebih dari dua pekan lalu.

Dengan terpal seadanya pengungsi mendirikan tenda-tenda darurat sebagai tempat berlindung dari teriknya matahari dan dinginnya malam.

Hampir dua pekan mereka sudah menempati lokasi itu sejak gempa, tsunami dan likuefaksi meluluhlantakkan Palu dan wilayah sekitarnya pada Jumat (28/9/2018).

Pemkab PPU Kirim 21,4 Ton Beras Untuk Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng

Masih Trauma, Korban Gempa Sulteng di PPU Dibawa Rekreasi ke Balikpapan

Kebanyakan dari pengungsi kini bertahan hidup dengan mengandalkan bantuan yang disalurkan oleh para relawan.

"Sekarang sudah tidak sulit lagi, bantuan sudah banyak yang masuk, beda sehari sampai dua hari pas bencana," ucap Reyhan salah seorang pengungsi, saat ditemui di halaman Masjid Agung Darussalam, Minggu (10/10/2018).

Tak banyak aktivitas yang dapat dilakukan oleh para pengungsi.

Di siang hari mereka nampak sibuk menyiapkan makan.

Beberapa pengungsi membawa alat masak milik mereka ke tenda pengungsian.

Barang-barang tersebut diselamatkan dari reruntuhan rumah mereka.

Halaman
12
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved