Breaking News

Edisi Cetak Tribun Kaltim

Bandara APT Pranoto Samarinda Beroperasi, Ini Rute Maskapai dan Tarif Angkutan Umum Menuju Lokasi

Rute lainnya, seperti Samarinda (SRI) - Makassar (UPG) PP, pada 28 November 2018 dengan maskapai Batik Air. Dan, rute Samarinda (SRI) - Jogjakarta (JO

Penulis: tribunkaltim |
TRIBUN KALTIM/DOKUMENTASI
Edisi cetak Tribun Kaltim 18 November 2018. 

Walaupun demikian, persoalan akses menuju bandara, terutama di Jalan DI Panjaitan yang kerap digenangi banjir dan membuat calon penumpang was-was menuju bandara harus dapat diselesaikan oleh Pemerintah.

"Harus dituntaskan (masalah banjir), jangan sampai merugikan calon penumpang. Dan, sudah seharusnya, sebagai ibu kota Provinsi memiliki bandara yang dapat layani semua rute penerbangan," harapnya.

Berbeda dengan Susana Handayani (28), warga jalan Mugirejo, Samarinda Utara ini bakal tetap memilih terbang dari Balikpapan dibandingkan Samarinda jika selisih harga tiket terpaut jauh lebih mahal.

"Kalau selisihnya Rp 500 ribu, mending lewat Balikpapan. Utamanya harga tiket dan fasilitas, jalan menuju ke sana (bandara) harus dipikirkan," jelasnya.

Kendati demikian, dia mengaku tetap mendukung dan senang dengan telah beroperasinya Bandara APT Pranoto, serta telah melayani penerbangan keluar Kaltim, karena dapat berdampak terhadap peningkatan perekonomian di Samarinda.

"Dampaknya kan ke peningkatan perekonomian," katanya.

Rawan Banjir
Sebagaimana diketahui, sejumlah titik menuju Bandara APT Pranoto menjadi kawasan rawan banjir.

Dinas Perhubungan Kaltim, mencatat, areal itu berada di persimpangan jalan DI Pandjaitan dekat Mugirejo.

Mengantisipasi hambatan perjalanan itu, Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Salman Lumoindong, menyebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim dan Balai Pelaksana Jalan Nasional.

Sementara, sebagai langkah antisipasi, sudah disusun beberapa langkah pengurangan banjir dan jalan alternatif.

Semisal, melewati perumahan Sempaja, masuk di kawasan permukiman Gunung Lingai.

Di jalan itu, dari hasil koordinasinya dengan Dinas PUPR, sedang dikerjakan perbaikan sekitar 300 meteran jalan rusak.

"Untuk banjir di jalan DI Pandjaitan, tugasnya Balai Pelaksana Jalan Nasional," Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Salman Lumoindong saa diwawancara Minggu (11/11/2018) lalu.

Jalan itu selebar 4,5 meter itu, kata dia, bisa dijadikan jalur alternatif perlintasan mobil minibus kecil.

Sementara, untuk bus ukuran sedang milik Damri, belum bisa karena ukuran jalan terpotong banyaknya mobil parkir.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved