Disdukcapil Berau Bakal Lebih Sering Razia KTP, Ini Sanksi Administrasi Bagi Pelanggar Aturan

Namun setelah arus mudik lebaran pada bulan Juli lalu, jumlah penduduk meningkat menjadi 246.221 jiwa, atau bertambah 26.958 jiwa.

Disdukcapil Berau Bakal Lebih Sering Razia KTP, Ini Sanksi Administrasi Bagi Pelanggar Aturan
TRIBUN KALTIM / GEAFRY NECOLSEN
RAZIA KTP - Warga yang kedapatan tidak memiliki KTP elektronik dan juga Akta Lahir, langsung diberikan sanksi administrasi sebesar Rp 100.000 dan mereka diminta membayar langsung di bank yang telah ditunjuk 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Seperti daerah-daerah berkembang lainnya, jumlah penduduk di wilayah Kabupaten Berau, terus bertambah.

Pada awal bulan Februari 2018, jumlah penduduk Berau hanya 219.263 jiwa.

Namun setelah arus mudik lebaran pada bulan Juli lalu, jumlah penduduk meningkat menjadi 246.221 jiwa, atau bertambah 26.958 jiwa.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau, meyakini, jumlah penduduk yang kini menetap di Berau lebih dari itu.

Karena kemungkinan besar, ada saja penduduk yang pindah dan menetap di Berau tanpa mengurus administrasi kependudukan, seperti surat keterangan pindah dan mengurus KTP dan Kartu Keluarga baru di wilayah ini.

Karena itu, Disdukcapil bersama Satpol PP dan Kejaksaan Negeri Tnajung Redeb dibantu aparat kepolisian kerap menggelar razia yustisi.

“Beberapa hari lalu kami menggelar razia yustisi di Kelurahan Teluk Bayur. Ada 23 warga terjaring dalam operasi tersebut,” ungkap Syafei, Sekretaris Disdukcapil.

Selain untuk menyukseskan kegiatan Pemilu 2019, razia yustisi ini menurutnya juga untuk memotivasi masyarakat agar lebih tertib administrasi kependudukan. 

Baca juga:

BREAKING NEWS - Diduga Rem Blong, Tronton Tabrak Lima Kendaraan; Jalur Antar Kota Lumpuh

Halaman
123
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved