Selain Maramis, 6 Tokoh Indonesia Ini Juga Pernah Jadi Google Doodle, Ada Penulis hingga Koreografer
Google Doodle merupakan upaya Google untuk menghormati dan memberi penghargaan bagi orang-orang yang memiliki kontribusi bagi dunia.
6. Samaun Samadikun
Prof. Dr. Samau Samadikun menjadi Google Doodle pada 15 April 2016, dilansir dari Tribun Timur.
Samaun Samadikun oleh ilmuwan dikenal sebagai Bapak Mikroelektronika.
Samaun Samadikun memperoleh The 1998 Award of the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) untuk menghargai dedikasinya di bidang ilmu pengetahuan
Beliau lahir di Magetan, Jawa Timur, 15 April 1931 dan meninggal di Jakarta, 15 November 2006 pada umur 75 tahun.
7. Bagong Kuusdiarja
Bagong Kuusdiarja lahir di Yogyakarta, 9 Oktober 1928. Beliau menghembuskan nafas terakhir di Yogyakarta, 15 Juni 2004 pada umur 75 tahun.
Bagong memulai kariernya sebagai penari Jawa klasik di Yogyakarta pada 1954.
Bagong sendiri berkenalan dengan seni tersebut melalui Sekolah Tari Kredo Bekso Wiromo, yang dipimpin oleh Pangeran Tedjokusumo, seniman tari ternama.
Bagong mendirikan Pusat Latihan Tari (PLT) pada 5 Maret 1958 dan Padepokan Seni Bagong Kussudiardja pada 2 Oktober 1978.
Selama hidupnya, lebih dari 200 tari telah diciptakan, dalam bentuk tunggal atau massal, diantaranya; tari Layang-layang (1954), tari Satria Tangguh, dan Kebangkitan dan Kelahiran Isa Almasih (1968), juga Bedaya Gendeng (1980-an).
(Tribunnews.com/Fitriana Andriyani)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Selain Maria Walanda Maramis, Berikut 6 Tokoh Indonesia yang Pernah Jadi Google Doodle
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/maria-walanda-maramis.jpg)