Rabu, 8 April 2026

Warga Keluhkan Banjir, Ini Instruksi Bupati Berau Muharram pada DPUPR

Bupati Berau, Muharram, mengaku kerap mendapat keluhan dari masyarakat terkait banjir.

TRIBUN KALTIM / GEAFRY NECOLSEN
Meski telah membangun drainase yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah di Jalan Gatot Subroto, nyatanya drainase ini tetap tidak berfungsi secara maksimal. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Curah hujan di Kabupaten Berau akhir-akhir ini cukup tinggi.

Tidak mengherankan jika banyak badan jalan dan pemukiman warga yang tergenang air sesaat setelah hujan.

Seperti yang ada di Jalan Gatot Subroto, warga yang bermukim di sekitar kawasan ini kerap mengeluhkan banjir saat musim hujan, sejak beberapa tahun lalu.

Karena alasan itu pula, Pemkab Berau, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, membangun drainase.

“Tapi kami heran, walaupun sudah dibangun drainase, ukurannya besar, di atasnya (pedestrian) diberi keramik, tetap saja banjir kalau hujan,” kata Husni, warga yang sudah puluhan tahun bermukim di kawasan ini,” ujarnya, Minggu (2/12/2018).

Warga berharap, Pemkab Berau segera mencari solusi untuk mengatasi persoalan ini.

“Memang banjirnya hanya sebentar, pagi hujan, agak sore sudah surut. Tapi kan lumpur dan sampah yang masuk ke rumah kami karena banjir ini harus dibersihkan. Masa setiap tahun kami selalu berkutat dengan banjir terus,” ujarnya dengan nada kesal.

Banjir juga kerap menggenangi Jalan Haji Isa III, Jalan Pulau Sambit, Jalan Pulau Semama dan wilayah pemukiman penduduk lainnya.

Baca juga:
 

Bupati Berau, Muharram, mengaku kerap mendapat keluhan dari masyarakat terkait banjir.

“Saya tidak tidur, Pemkab Berau tidak tinggal diam. Apalagi musim hujan. Begitu saya dapat keluhan dari masyarakat, saya langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum untuk cari penyebab utamanya,” kata Muharram.

Dirinya menambahkan, Pemkab Berau memprioritaskan program penanganan banjir.

“Lebih prioritas dari proyek lain yang nilainya miliaran tapi hasilnya tidak jelas,” ungkapnya.

DPUPR, kata Muharram telah membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC), yang bertugas mengatasi persoalan yang menyangkut konstruksi, termasuk jalan dan drainase secara cepat.

Pemkab Berau saat ini memang tengah mengupayakan normalisasi sejumlah anak sungai, yang menurutnya bisa mengatasi persoalan ini.

“Salah satu penyebab banjir ini kan karena anak sungai yang sudah tidak berfungsi lagi, karena banyak bangunan berdiri di atasnya. Terjadi sedimentasi dan sumbatan sampah,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved