Mancanegara

Masih Bersitegang dengan Ukraina, Rusia Persilahkan AS Periksa Rudalnya

Klintsevich menjelaskan, rudal yang menarik perhatian negara Barat hanya mempunyai jangkauan 498 kilometer, oleh karena itu tidak melanggar INF.

Masih Bersitegang dengan Ukraina, Rusia Persilahkan AS Periksa Rudalnya
AFP / OLGA MALTSEVA
Kendaraan artileri Rusia saat mengikuti parade militer di Saint Petersburg, Mei 2018. 
> Dianggap Melanggar Perjanjian Nuklir Jarak Menengah
TRIBUNKALTIM.CO, MOSKWA - Rusia mengundang Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ( AS) Mike Pompeo untuk meninjau langsung uji coba rudal mereka.
Pernyataan itu terlontar setelah Pompeo memberikan ultimatum kepada Kremlin agar memusnahkan senjata yang dianggap melanggar perjanjian nuklir era Perang Dingin.
Ketua Komite Keamanan dan Pertahanan Senat Rusia Franz Klintsevich berkata, Pompeo bisa dengan mudah menemukan apakah Rusia melanggar Perjanjian Nuklir Jarak Menengah (INF).

Baca: Luis Suarez Akui Sempat Cemas Saat Bermain Bersama Messi dan Neymar

"Saya pikir Rusia bisa memberikan undangan kepada Tuan Pompeo untuk meninjau secara langsung," kata Klintsevich dilansir Russian Today Selasa (4/12).
Klintsevich menjelaskan, rudal yang menarik perhatian negara Barat hanya mempunyai jangkauan 498 kilometer, oleh karena itu tidak melanggar INF.

Baca: Awalnya Malu-malu, Desy Ratnasari Akhirnya Ngaku Sudah Punya Kekasih Baru

Dia mengeluhkan klaim bahwa Rusia mempunyai "senjata rahasia" tidak didasarkan pada fakta, dan berujar tuduhan dibuat untuk kepentingan Washington semata.
"Saya yakin tuduhan yang mereka (AS) buat merupakan cara mereka untuk meninggalkan perjanjian INF ini," papar Klintsevich.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan AS paham bagaimana kepatuhan penuh Rusia terhadap INF.

Baca: SPBU Terancam Sanksi Pertamina

Sebelumnya, Pompeo dan NATO menuduh rudal 9M729, dikenal dengan SSC-8, melanggar INF yang melarang adanya rudal dengan daya tempuh 500-5.500 kilometer.
NATO kini menyerahkan keputusan kepada Rusia untuk menyelamatkan kesepakatan yang ditandatangani pada 1987 tersebut, yang dianggap penting dalam mengendalikan persaingan persenjataan global.
Namun menurut Sekjen NATO, Jens Stoltenberg, saat ini telah tiba waktunya untuk mempersiapkan runtuhnya perjanjian tersebut.

Baca: Kronologi Pembunuhan Pekerja di Papua oleh KKB, Diminta Baris Jongkok lalu Ditembaki

Pompeo memberikan waktu selama 60 hari kepada Moskwa untuk membongkar rudalnya yang dianggap telah melanggar.
Harian Rusia Kommersant mengulas Moskwa tidak akan mendengarkan desakan AS karena selama ini, mereka tak pernah merespon ultimatum.
Sejumlah pakar menyatakan bubarnya INF justru adalah momen yang paling diinginkan Rusia. Sebab, kesepakatan itu rupanya tidak populer di kalangan pemimpin militer Kremlin. (*)
Artikel ini sudah tayang di kompas.com dengan judul Rusia Persilakan AS untuk Datang Meninjau Uji Coba Rudal Mereka https://internasional.kompas.com/read/2018/12/05/15300561/rusia-persilakan-as-untuk-datang-meninjau-uji-coba-rudal-mereka
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved