Rabu, 15 April 2026

Asal-usul Jeram Sungai Mahakam Ini Disebut Riam Udang dan Haloq

Keberadaan jeram atau riam yang ada di hulu Sungai Mahakam, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur ternyata memiliki cerita yang melegenda.

Penulis: Budi Susilo |
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Penumpang berjalan kaki di perbukitan pinggir Riam Udang, upaya meminimalisir jatuhnya korban saat speedboat melintasi jeram Udang, Sungai Mahakam, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, Senin (26/11/2018) siang. 

Asal-usul Jeram Sungai Mahakam Ini Disebut Riam Udang dan Haloq

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Keberadaan jeram atau riam yang ada di hulu Sungai Mahakam, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur ternyata memiliki cerita yang melegenda di tengah kehidupan masyarakat setempat. 

Ada beberapa riam di hulu Sungai Mahakam Kabupaten Mahakam Ulu, yang menjadi sebutan populer di tengah masyarakat setempat.

Sebut saja ada Riam Haloq dan Riam Udang, yang dianggap sebagai arena jeram yang paling berbahaya di Sungai Mahakam

Saat ditemui di Kampung Ujoh Bilang, Sudarno, Kepala Bidang Perhubungan Darat dan Air dari Dinas Perhubungan Kabupaten Mahakam Ulu, menyatakan, riam Udang sebagai medan yang terberat bagi para pelintas perahu motor jenis speedboat, perahu longboat, dan perahu ces atau ketinting. 

Surat Terbuka TPNPB Organisasi Papua Merdeka untuk Presiden RI, Papua Ingin Merdeka

“Air lagi pasang gelombangnya besar sekali, banyak pusaran airnya. Banyak batu-batu besarnya. Air lagi surut, susah dilintasi, terhalang batu-batu besar,” ujarnya kepada Tribunkaltim.co pada Kamis (13/12/2018), di Jl Hakaq Pakaq, Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun.

Soal penamaan Riam Udang, dirinya tidak tahu persis kapan dan siapa yang memberikan istilah Riam Udang, namun pastinya itu karena dilihat dari kontur sungainya yang menyerupai lekukan udang. 

“Itukan deras sekali, bentuknya seperti udang, membengkok. Setiap yang lewat mau ke arah hilir bisa meluncur cepat sekali, yang mau ke hulu harus bersusah payah terobos, menanjak,” kata pria yang pernah bertugas di Kota Samarinda ini. 

Untungnya ungkap dia, selama setahun belakangan ini belum pernah ada korban jiwa yang mengalami kecelakaan transportasi sungai di titik Riam Udang. Sekali pun ada, hanya perahu karam terkena batu dan penumpang bisa dikondisikan, selamat. 

Kabar Duka, Adik Emil Dardak Ditemukan Meninggal Dunia dengan Wajah Tertutup Plastik di Kamar Kos

“Perahu-perahu kecil, atau yang longboat pernah ada yang karam di situ. Menggenang di pinggiran, posisi terbalik. Tapi penumpangnya bisa diantisipasi,” ujarnya.    

Kemudian di sisi lain, ada alasan kenapa diberi nama Riam Haloq? Rupanya penamaan Haloq ini memiliki makna dan ada sebuah pesan, yang belum semua orang mengetahuinya.

Tribunkaltim.co bersua dengan Kristina Tening, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Mahakam Ulu melalui sambungan telepon selulernya. 

Dia jelaskan, diberi nama Riam Haloq ada sebab musabab, bukan sekedar diberi nama begitu saja. Lokasi Riam Haloq merupakan lokasi jeram yang besar, sebagai pengawal pembuka untuk jeram di kawasan hulu Sungai Mahakam. 

Ramalan Mengerikan Baba Vanga Sebelum Meninggal, Manusia Saling Membenci dan Terjadinya Kiamat 

“Riam Haloq adalah riam yang pertama kali kita jumpai apabila mudik, dari Ujoh Bilang ke kawasan hulu,” ujarnya, yang saat dihubungi sedang berada di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved