Berita Video
VIDEO - Kabupaten PPU Bangun Pabrik AMDK, Pengasilan Bisa Tembus Rp 4,2 Miliar
Camat Babulu Margono menjelaskan, untuk pembangunan pabrik air minum kemasan ini dibutuhkan investasi sekitar Rp 1,4 miliar
Penulis: Samir |
Laporan wartawan tribunkaltim. Co, Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM- Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas'ud (AGM) melakukan peletakan batu pertama pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Desa Labangka Barat, Kecamatan Babulu, Kamis (27/12/2018). Setelah pabrik ini beroperasi maka dalam setahun mampu menghasilkan Rp 4,2 miliar.
Kepala Desa Labangka Barat, Joko Sadiono mengatakan, untuk pabrik ini akan memberikan memanfaatkan air tanah yang sudah beroperasi sejak tiga tahun lalu dan debit air tak pernah turun meski musim kemarau.
Ia menjelaskan berdirinya pabrik ini berawak dari rasa keprihatinan karena selama ini nasih mengandalkan dana transfer dari pusat terutama DD.
Baca: Seputar Maria Eka, Wanita 21 Tahun yang Dipeluk Ariel Noah di Ajang Pencarian Bakat
Baca: Polisi Tingkatkan Dugaan Pengaturan Skor Liga 3 ke Tahap Penyidikan
"Kami berpikir bagaimana kalau desa punya pendapatan sendiri. Akhirnya berdiri lah pabrik ini, " ujarnya.
Camat Babulu Margono menjelaskan, untuk pembangunan pabrik air minum kemasan ini dibutuhkan investasi sekitar Rp 1,4 miliar dan saat ini sudah disiapkan anggaran Rp 1,1 miliar yang berasal dari ADD tahun 2018 dan 2019. Sementara untuk sisanya akan ditawarkan kepada masyarakat untuk turut memiliki pabrik ini dengan menyerahkan modal.
Ia mengatakan kapasitas produksi pabrik ini mencapai 800 dos/hari dengan pendapatan sekitar Rp 12 juta.
Baca: Terjerat Kasus Narkoba dan Terancam Hukuman Mati, Steve Emmanuel: Jangan Tiru, Saya Menyesal
Baca: Terjerat Kasus Penyelundupan Narkotika, Artis Sinetron Steve Emmanuel Terancam Hukuman Mati
"Jadi kami targetkan dua tahun ke depan Labangka Barat ini akan memberikan menjadi desa mandiri karena mampu memiliki PAD sendiri, " ujarnya.
Margono berharap nanti agar setiap kegiatan pemerintah termasuk di SKPD untuk menggunakan air kemasan yang akan diproduksi Perusdes Labangka Barat.
Bupati Abdul Gafur Mas'ud mengatakan bahwa desa-desa di PPU ini harus bisa mandiri. Namun demikian, masih ada desa yang masih tertinggal dan sangat tertinggal.
AGM bahkan mengitung pendapatan pabrik ini dalam setahun bisa mencapai Rp 4,2 miliar dan setelah dikurangi dengan biaya operasional maka pndapatan bersih dalam setahun mencapai Rp 2,9 miliar.
Simak Videonya :
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bupati-ppu-abdul-gafur-masud-saat-peletakan-batu.jpg)