Pilpres 2019

Aturan Main Tuai Polemik, KPU: Debat Bukanlah Acara Kuis atau Reality Show yang Penuh Tebak-tebakan

Ia juga mentautkan link visi misi dari kedua paslon yang diunggah melalui situs resmi KPU.

Warta Kota
Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno ketika pencabutan nomor urut Capres dan Cawapres Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/9). Jokow-Ma'aruf Amin mendapat No 01, sementara Prabowo-Sandi No 02. 

TRIBUNKALTIM.CO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendapatkan banyak kritikan pasca menjelaskan peraturan yang mereka sepakati jelang terselenggaranya debat capres-cawapres, 17 Januari mendatang.

Melalui Twitter miliknya, @KPU_ID, KPU pun menuliskan beberapa cuitan dengan judul yang sama, Minggu (6/1/2019).

Akun tersebut memberikan judul 'Mendahulukan Gagasan Bukan Show'.

Ia juga mentautkan link visi misi dari kedua paslon yang diunggah melalui situs resmi KPU.

"Mendahulukan Gagasan, Bukan Show

1. Kesepakatan KPU dengan kedua timses berikan kisi-kisi soal kepada paslon untuk kembalikan ke khittahnya, sebagai salah satu metode kampanye yang diatur UU (kampanye: keg peserta pemilu untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, & program dan/atau citra diri).

Baca juga:

Dirut Persija Gede Widiade Ungkap Kekurangan Teco Selama Mengasuh Skuat Macan Kemayoran

Nikmati Kopi Ijo Seharga Rp4 Ribu di Tulungagung, Jokowi: Sangat Kompetitif, Sangat Murah

Real Madrid Bersiap Tampung Talenta Muda Berbakat Asal Amerika Selatan

Revolusi Lini Tengah Juventus: Bidik 2 Pemain Anyar, 2 Andalan Bakal Dilepas

Bukan Persija dan Persib, Inilah Klub yang Sumbang Pemain Terbanyak ke TC Timnas U-22 Indonesia

 

2. Dengan memberikan soal sebelumnya, maka gagasan yang disampaikan bisa lebih diuraikan dengan jelas & utuh.
Visi jika terpilih, Misi untuk membangun bangsa, & Program untuk atasi berbagai masalah, sehingga publik bisa berikan penilaian, bukan berdasarkan informasi yang sepotong-potong.

3. Yang dikedepankan adalah penyampaian gagasan, bukan pertunjukan atau show.

Debat bukanlah acara kuis atau reality show yang penuh tebak-tebakan, karena bukan itu substansinya.

Toh, yang lebih dibutuhkan pemilih adalah gagasannya, visi-misinya. Bukan shownya.

 

4. Namun, bukan berarti KPU mengabaikan aspek show tersebut.
Karena bagaimana pun, debat adalah kegiatan yang disiarkan secara luas oleh TV & radio.
Karena itu, maka soal-soal yang diberikan tidak sepenuhnya terbuka.
KPU mengkombinasikan metode setengah terbuka dan tertutup.

5. Tiap segmen, KPU pakai metode setengah tertutup, paslon diberikan 5 soal sama & diundi diambil salahsatu (Jd paslon bukan dikasih tahu soal yang pasti ditanyakan)

Paslon harus tetap siapkan diri dengan serius, karena mereka tidak tahu, soal mana yang harus dijawab

6. Dalam salah satu segmen, KPU juga terapkan metode pertanyaan tertutup, di mana antar paslon bisa saling ajukan pertanyaan yang sifatnya rahasia.

Namun tetap tidak boleh keluar dari tema utama: hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

7. Dan yang paling penting, tim kampanye kedua Paslon sudah setuju dengan semua format seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Berikut visi misi paslon yang bisa diakses di laman http://kpu.go.id , KLIK https://kpu.go.id/index.php/pages/detail/2018/953 …

Terima kasih," tulis KPU_ID.

Diketahui, pasca lontarkan soal pembatalan penyampaian visi misi serta akan bocorkan pertanyaan, KPU mendapat banyak kritikan.

Satu di antaranya bahkan datang dari mantan komisioner KPU, Sigit Pamungkas.

Dikutip dari Kompas.com, keputusan KPU unutk mengirim daftar ke kandidat debat adalah hal yang aneh.

"Menurut saya aneh sebuah debat pertanyaannya disampaikan lebih dulu kepada paslon. Mestinya itu otentik muncul dalam proses debat," kata Sigit di Jakarta, Sabtu (5/1/2019).

Selain Sigit, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah juga ikut melontarkan kritikan melalui Tiwtter miliknya, @FahriHamzah, Sabtu (5/1/2019).

Fahri memberikan sindirian atas peraturan itu dengan mengatakan untuk mengganti dengan permainan petak umpet.

"Kalau gitu diganti aja dengan main petak umpet," tulis Fahri Hamzah melalui Twitter @Fahrihamzah, Sabtu (5/1/2019).

Kicauan Fahri Hamzah Rais kritisi KPU
Kicauan Fahri Hamzah Rais kritisi KPU (Capture Twitter @Fahrihamzah)

(TribunWow.com/Tiffany Marantika)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Peraturannya Tuai Polemik, KPU: Debat Bukanlah Acara Kuis atau Reality Show yang Penuh Tebak-tebakan, http://wow.tribunnews.com/2019/01/06/peraturannya-tuai-polemik-kpu-debat-bukanlah-acara-kuis-atau-reality-show-yang-penuh-tebak-tebakan?page=all.

Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved