Rabu, 22 April 2026

Sosok Admin di Balik Akun Nurhadi-Aldo, Nurhadi Ungkap Belum Pernah Bertemu

Pasangan capres cawapres parodi Nurhadi - Aldo kini sudah memiliki banyak pengikut dan disorot media besar.

Instagram/@nurhadi_aldo
Sosok Admin di Balik Akun Nurhadi-Aldo, Nurhadi Ungkap Belum Pernah Bertemu 

Ia mengatakan kalau para pengguna media sosial harus bisa membedakan mana yang baik mana yang salah, dan harus berfikir positif.

"Saya selalu mengajarkan kalian itu harus bisa membedakan mana yang baik mana yang buruk. Ketika ada yang baik dan buruk agar manusia itu berfikir, gunakan akal firkiran dengan sempurna. Sudah mampu kah ilmu mu menjadi cahaya hidupmu? harus begitu," ucap Nurhadi.

Capres Nurhadi-Aldo saat diundang ke acara Rosi Kompas TV
Capres Nurhadi-Aldo saat diundang ke acara Rosi Kompas TV (Live Streaming Kompas TV/Rosi)

Putra Presiden Ikut Ramaikan Trending Topic #UdahNurhadiAja #SmackqueenYaqueen, Begini Cuitannya

Tunjukan Dukungan pada Pasangan Nurhadi-Aldo, Saykoji Bikin Mars Tronjal-tronjol, Lihat Videonya

Ternyata, Angka 10 dan Tronjal-Tronjol Capres Nurhadi Punya Arti Mendalam dan Bukan Mesum

Pasangan Nurhadi - Aldo jadi Trending, Banyak Pihak yang Berminat Jadi Timses & Relawan Pendukung

Cerita Awal Mula Nurhadi-Aldo

Dikutip dari Kompas.com, Pada Desember 2018 lalu, seseorang yang mengaku bernama Edwin asal Sleman DIY, menghubunginya via aplikasi messenger. Dalam obrolan itu, Edwin mengaku sangat mengagumi Nurhadi.

Awalnya, beberapa tahun lalu, melalui akun Facebook pribadi, Nurhadi membentuk "Komunitas Angka 10".

Di komunitas yang disebutnya sebagai para pecinta Tuhan dengan anggotanya yang telah mencapai ribuan itu, Nurhadi sering mengunggah kalimat bijak dan kalimat motivasi.

"Nah, kemudian ada orang yang mengaku dari Yogyakarta bernama Edwin. Dia yang mengikuti akun saya itu mengaku ngefans dengan saya. Apalagi pengikut saya di komunitas angka 10 mencapai puluhan ribu. Kata dia, unggahan-unggahan saya itu lucu dan menginsiprasi," kata Nurhadi.

Dari situlah kemudian capres dan cawapres bayangan, Nurhadi dan Aldo (Dildo) mulai tercipta. Edwin terus intens berkomunikasi dengan Nurhadi. Saat itu, Edwin meminta izin kepada Nurhadi apakah berkenan jika nama dan wajahnya diviralkan melalui medsos sebagai capres fiktif.

Pasangan capres cawapres Nurhadi-Aldo dan Cak Nun dan Sudjiwo Tedjo. dua capres cawapres ini tentu saja hanya guyon belaka
Pasangan capres cawapres Nurhadi-Aldo dan Cak Nun dan Sudjiwo Tedjo. dua capres cawapres ini tentu saja hanya guyon belaka (Kolase Instagram Nurhadi-Aldo dan Sudjiwo Tedjo)

Nurhadi pun mengamini penawaran itu asalkan tidak melanggar hukum dan agama. Apalagi, mereka sama-sama jengah atas situasi menjelang Pilpres 2019 yang menurut mereka sudah tidak sehat.

Maka, terbentuklah capres dan cawapres fiktif tersebut di medsos hasil karya Edwin yang disebutnya sebagai tim suksesnya.

Capres-cawapres fiktif itu hanya sebatas "dagelan politik" yang berisi sindiran-sindiran dengan politik saling sikut saat ini.

"Saya jawab, kenapa harus saya kok tidak orang lain saja. Kata Edwin sih saya lebih berpotensi tenar karena dikenal banyak pengikutnya. Ya sudah saya setuju dengan syarat dimanfaatkan sebaik mungkin. Sebagai humor politik saja untuk meredam ketegangan suasana Pilpres 2019. Saya enggak mau terjadi keributan hanya karena beda pilihan presiden," ungkap Nurhadi.

Mengapa koalisi yang mengusung capres dan cawapres boneka itu dinamai Tronjal-Tronjol Maha Asyik, Nurhadi mengaku itu bukan asal-asalan.

Ada makna mendalam di baliknya. Begitu juga dengan angka 10 yang menandai nomor urut pasangan Dildo.

Tronjal-Tronjol, katanya, lebih tepat disematkan untuk orang bodoh. Bukannya akhir-akhir ini banyak ditemui warganet yang seenaknya sendiri tronjal-tronjol saat mengunggah status di akun media sosialnya tanpa didasari fakta dan etika.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved