Unggahan Soal Rambu Belok Kiri di Samarinda Ramai Dikomentari, Dituding jadi Biang Macet

Dalam unggahannya, netizen mengeluhkan posisi rambu belok kiri langsung di persimpangan Jalan MT Haryono - Jalan P Suryanata - Jalan Pangeran Antasari

Penulis: Doan Pardede | Editor: Doan Pardede
capture facebook
unggahan di grup facebook Bubuhan Samarinda 

Unggahan Soal Rambu Belok Kiri di Samarinda Ramai Dikomentari Netizen, Dituding jadi Biang Macet

TRIBUNKALTIM.CO - Postingan seputar rambu belok kiri langsung yang tidak jelas terlihat di grup facebook Bubuhan Samarinda dibanjiri komentar netizen.

Pantauan Tribunkaltim.co, masalah rambu belok kiri langsung ini pertama kali diunggah oleh akun ‎Pazrin Maulana Alkatiri‎ pada 10 Januari 2019 lalu.

Dalam unggahannya, Pazrin mengeluhkan posisi rambu belok kiri langsung di persimpangan Jalan MT Haryono - Jalan P Suryanata - Jalan Pangeran Antasari, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda.

Pazrin menyebut rambu belok kiri langsung ini tidak terlihat dengan jelas dan kerap menjadi sumber kemacetan di wilayah tersebut.

"Sekedar unek unek.. syukur syukur kalo di acc dibenahi.. bisa kada lah dishub atau pihak trkait mindah tulisan "belok kiri jalan langsung" tuh ke atas.. cz kda tebaca pengendara kalo disamping sudut situ.. jd bnyak yg gagal paham nutup jalan pas lampu merah.. lampu merah antasari tuh bisa setengah kilo panjang antriannya.. salah satu antrian lampu merah terpanjang di dunia.. kesian urang yg mau belok ke mt haryono tehalang.. apalagi pas kebelet bahera.. bisa tecirit di selawar yg ada #SekianTerimaKasih," kata Pazrin.

Tak Ingin Kasus Mahasiswi Bunuh Bayi Terulang, Ini Permintaan Camat Samarinda Ulu pada Pengusaha Kos

Kondisi Asrama Mahasiswa Kaltim se-Indonesia Rusak Parah, DPRD Berharap Perhatian Pemprov

unggahan di grup facebook Bubuhan Samarinda
unggahan di grup facebook Bubuhan Samarinda (capture facebook)

Unggahan Pazrin ini langsung mendapat respon dari netizen.

Dan tidak tanggung-tanggung, hingga Minggu (13/12/2019), unggahan ini sudah dikomentari sebanyak 505 kali.

Komentar netizen juga beragam, mulai dari membenarkan hingga memberikan masukan kepada pemerintah.

Rata-rata, netizen juga ternyata mengeluhkan hal serupa. 

Tidak terlihatnya rambu belok kiri langsung tersebut dinilai kerap mengakibatkan kemacetan.

"Kadang mau q cabut pelang itu ,,kyanx percuma jg ada disitu...orang2 gk bs mbaca makanx slalu nutup jalan yg mau ke kiri," kata akun Dayang Tunjung.

"Hahaha sudah biasa gan ... Itu pengendara lain ajj yg ga mau ngalah sudah jelas ada tulisan gede ttp ajj nutup jln sehingga kita yg mau belok kiri gk bisa lewat -_-," kata akun Ratna Retno.

"Nah...paling muyak dah klo lewat sini...dah tau belok kiri jalan terus malah pada berenti ...Up dah," kata akun Ferdinand.

"Setuju kalau bisa di perjelas tempatx biar orang pada liat......," kata akun  Awliya Rahman.

"Kalo menurut saya.. jalan situ sudah termasuk sempit,g berimbang sama kendaraan yg melintas d sna.. makanya jd bgtu..
Seandainya d bagi 2 jalurnya kiri dan kanan,bisa2 antrian jalan yg kekanan sana bisa smp k simpangan sirad Salman..wkwkw
Lbh baik plang "belok kiri langsung" itu d cabut..," kata akun Aan. 

"1. Kesadaran taat lalu lintas nya kurang. G cuma R2, R4 pun di simpang ini suka seenaknya sendiri, g kasih ruang utk yg mau belok kiri.
2. Menurutku sekalian aja "belok kiri mengikuti isyarat lampu" dg syarat jgn lama2 merahnya," kata akun Feri Kurnawan

"Giliran tulisan "belok kiri jalan langsung" malah banyak yg stop. Kalo "belok kiri ikuti isyarat lampu" malah banyak yg nerobos. sering ngalami mah di perempatan jl. kartini.
#bacasebelumbertindak.," kata akun Dsyrnika.

"plang BELOK KIRI JALAN LANGSUNG boleh saran di tempatkan sebelum arah belokkan atau kira kira 500 meter sebelum lampu merah atau tikungan hal ini untuk menghindari kemacetan dan juga menumpuknya kendaraan di lampu merahnya... Dan juga ga kalah pentingnya jalan di perlebar karna kendaraan bermotor makin tahun makin bertambah dan jalannya tetap .. Hal ini yg membuat kemacetan di mana mana..akan tetapi hal tersebut dapat di hindari dengan rutinnya dinas terkait untuk mengatur dan menjaga lalin setiap waktu...maaf kalau Ada salah kata sekadar masukan untuk Samarinda Yg lebih rapi indah dan tertata...," kata akun Hartanto Anto

"Demi kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan di simpang 4 Air Putih (Titik pertemuan antara Jalan Pangeran Antasari - M.T. Haryono - Pangeran Suryanata - Ir. H. Juanda) perlu dilakukan pelebaran ruas jalan di sekitar persimpangan tersebut khususnya ruas Jalan Pangeran Antasari dan Pangeran Suryanata yang menuju ke arah persimpangan," kata akun Wahyu Ap. 

"Up Nyimak .. acu tangan yaa sekedar info . Lampu merah simpang 4 situ juga sering mati nyala mati nyala. . kadang binggung yg mna lampu hijau SMA lampu merah .. soal nya bersamaan.. jdi acu tangan tolong di tanganin .. lampu merah nya sering mati mati mksihh sebelum nya .. Muhammad Ardan info dan," kata akun Maulida Putri Dewi. 

"Kesadaran dr pengendaranya ajah itu, sy pernah di situ mo belok kiri sy klakson motor di dpn, dgn sopan sy tunjukkan itu tulisan "maaf pak, belok kiri jln trus" sambil nunjuk itu tulisan, eh malah sy di marahin, syok sy lgsg terpaksa nunggu lampu hijau sampe itu bpk2 jln,,," kata akun Nanda 

Kapolsek Niat Mampir Usai Salat Subuh, Warga di Samarinda Ini Malah Kabur, Ternyata Pengedar Narkoba

Ikut Penerbangan Perdana Samarinda - Surabaya, Ini Pesan Walikota Samarinda Syaharie Jaang

 

Beberapa komentar netizen juga mengungkapkan bahwa masalah serupa juga terjadi di beberapa persimpangan yang ada di Kota Samarinda.

"Sering nih kyk gini memang, gk di simpang 4 Sempaja, simpang 4 juanda, simpang 3 agus salim," kata akun Priyageng Adi Nugroho 

"simpang 4 jl.pemuda - jl.remaja..jua...cabut aja tulisan ."lurus ikuti isyarat lampu"..di situ anehh lagi..dr pemuda kebnyakan lurus aja..begaduh lampu merah..trus klo kita Stop..ngikuti lampu..dibelakang ini kadang ada ngelaksoni..ibaratnya menyuruh kita..tarusss aja wal..biar aja lampu merah..serba salah..," kata akun Sarwandi 

"lampu merah simpang 3 jl.p.suryanata- jl.kadrie oening..disitu..ada tulisan " belok kiri jalan aja julak ae"..antara 2 aja disitu..1.motor arah lurus kadang bekajal ke kiri..jd mobil ke kiri kda kawa lewat..biar di klaksoni..paling noleh kebelakang.sambil merangut.tp kda begarak..terpaksa umpat nunggu lampu hijau.
2.mobil yg mau ke kiri langsung..ragu2 mbari muar..sudah tau..celah kada muat..masih aja maksa..ujung2x..tetahan..motor yg mw jalan langsung kekiri kada kawa lewat..nyumpah jadix dlm hati nie..ngull banar..dh tw kda muat..msh jua maksa...npa kda tecabur ke paret skalian," kata akun Sarwandi lagi.

 

Dan ternyata, unggahan seputar rambu belok kiri langsung yang diunggah oleh akun Pazrin Maulana Alkatiri‎ ini bukan satunya di grup Bubuhan Samarinda. 

Hanya saja, rambu yang dikeluhkan oleh akun Muhammad Jakaria berada di titik yang berbeda pada tahun 2016 lalu. 

"Disimpang 3 Meranti dari arah Jembatan Mahakam Tertulis BELOK KIRI LANGSUNG..
Artinya yang mau belok kiri tidak perlu ikuti Tanda Lampu, walau merah bisa langsung belok..Masalahnya kelakuan pengendara seperti ini yang jadi bikin macet, karena jalur belok kiri ditutup motor, yang mau ke kiri jadi hrus nungggu Lampu Hijau..
Entah gk ngerti maksud tulisan atau gk peduli pengendara lain..
Mudah2an warga Busam tidak ada yg seperti ini  :)," kata Jakaria.

Unggahan akun Jakaria ini sendiri dikomentari sebanyak 493 kali.

Rambu belok kiri langsung dikeluhkan
Rambu belok kiri langsung dikeluhkan (capture facebook)
 
Follow Instagram tribun kaltim
 


Subscribe official YouTube Channel Tribun Kaltim, klik di sini

 
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved