Pemilu 2019
Pemilu 2019, Ahok Tetap Coblos dan Minta Pendukungnya Gunakan Hak Pilih
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dipastikan tetap menggunakan hak pilihnya pada Pileg dan Pilpres 2019 mendatang.
Pemilu 2019, Ahok Tetap Coblos dan Minta Pendukungnya Gunakan Hak Pilih
TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Meski telah menerima undangan menjadi narasumber di 15 negara setelah bebas, Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dipastikan tetap menggunakan hak pilihnya pada Pileg dan Pilpres 2019 mendatang.
"Tetap datang nyoblos, tidak golput," ujar salah satu Tim Basuki Tjahaja Purnama (BTP), Ima Mahdiah, melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Jumat (18/1/2019).
Ima menyampaikan, Tim BTP saat ini sedang menyusun jadwal BTP untuk menghadiri undangan-undangan seminar, baik di dalam maupun luar negeri.
Ahok Bersyukur Tidak Terpilih di Pilkada DKI 2017 dan Masuk Penjara
"Lagi diatur, mungkin sebulan ke luar negeri, terus balik lagi, dan sebulan kemudian baru ke luar (negeri) lagi," kata Ima.
Ahok sudah menerima undangan seminar dari berbagai negara, mulai dari negara-negara di Asia Tenggara, Jepang, Korea, Inggris, Perancis, hingga negara-negara bagian di Amerika Serikat
Kamis (17/1/2019) kemarin, Ahok menulis surat untuk para pendukungnya.
Melalui surat itu, dia mengimbau para pendukungnya untuk tidak golput pada Pilpres dan Pileg 2019.
Dia meminta pendukungnya memilih calon-calon dari partai politik yang menegakkan empat pilar bernegara.
Basuki Tjahaja Purnama Bebas 24 Januari 2019, Ini Isi Lengkap Surat Ahok untuk Ahokers
Ahok Disebut Sedang Turunkan Berat Badan dan Bakal Menikah 15 Februari 2019
Ahok ditahan di Rutan Mako Brimob sejak 9 Mei 2017 sebagai terpidana kasus penodaan agama.
Dia divonis dua tahun penjara.
Ahok akan bebas murni pada 24 Januari 2019 setelah mendapat total remisi 3 bulan 15 hari.
Ahok Bersyukur Tidak Terpilih di Pilkada DKI 2017 dan Masuk Penjara
TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) mengaku bersyukur karena tidak terpilih pada Pilkada DKI Jakarta 2017.
Dia juga bersyukur karena ditahan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, selama kurang dari dua tahun ini.
Ahok menyampaikan hal itu melalui surat yang dia tulis tangan pada Kamis (17/1/2019) ini.
Surat itu diunggah melalui Twitter Ahok, @basuki_btp, dan akun Instagram-nya, @basukibtp, oleh timnya.
"Saya sangat bersyukur kepada Tuhan, Allah pencipta langit dan bumi, bahwa saya diizinkan untuk ditahan di Mako Brimob. Saya bersyukur diizinkan tidak terpilih di Pilkada DKI 2017," tulis Ahok.
Jika terpilih pada Pilkada DKI 2017, kata Ahok, dia hanya akan menjadi seorang laki-laki yang menguasai Balai Kota DKI Jakarta selama lima tahun sejak Pilkada.
Namun, dengan ditahan di Rutan Mako Brimob, dia bisa belajar menguasai dirinya.
"Saya di sini (Rutan Mako Brimob) belajar menguasai diri seumur hidup saya," kata Ahok.
Jika waktu bisa diputar dan harus memilih, lanjut Ahok, dia mengaku akan memilih untuk ditahan di Rutan Mako Brimob dibandingkan terpilih dalam Pilkada DKI Jakarta.
"Jika terpilih lagi, aku akan semakin arogan dan kasar dan semakin menyakiti hati banyak orang," ucapnya.
Salah satu staf Ahok, Ima Mahdiah, membenarkan surat itu ditulis langsung oleh Ahok.
Semua pesan yang disampaikan Ahok ditulis dalam surat itu.
"Iya (ditulis Ahok). Enggak ada (pesan lain), semua pesan udah ditulis di dua lembar itu," kata Ima melalui pesan singkat kepada Kompas.com.
Penulis : Nursita Sari
Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Diundang ke 15 Negara Setelah Bebas, BTP Tetap Ikut Pemilu 2019
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ahok: Saya Bersyukur Diizinkan Tidak Terpilih di Pilkada DKI 2017 ", https://megapolitan.kompas.com/read/2019/01/17/19374481/ahok-saya-bersyukur-diizinkan-tidak-terpilih-di-pilkada-dki-2017.