Pilpres 2019

Hashim Djojohadikusumo Ungkit Biaya Kampanye Jokowi saat Pilgub DKI Jakarta, Begini Respons TKN

Direktur Program TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Aria Bima, menyindir Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

KOMPAS.com/Sabrina Asril
Hashim Djojohadikusumo Ungkit Biaya Kampanye Jokowi saat Pilgub DKI Jakarta, Begini Respons TKN 

Hashim Djojohadikusumo Ungkit Biaya Kampanye Jokowi saat Pilgub DKI Jakarta, Begini Respons TKN 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Direktur Program Tim Kampanye Nasional ( TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Aria Bima, menyindir Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo yang mengungkit-ungkit pembiayaan kampanye Pilgub DKI 2012.

Saat itu Gerindra dan PDI-P sepakat mengusung pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Mulanya Jokowi selaku capres nomor urut 01 menyinggung hal itu dalam Debat Pilpres 2019 bahwa ia tak mengeluarkan sepeser uang pun saat menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Hashim Djojohadikusumo lantas menyatakan wajar bila Jokowi tak mengeluarkan uang sebab saat itu ia yang membiayai.

"Lha kan dia (Hashim) memang sepakat mengusung Jokowi-Ahok. Enggak diungkit sekalian waktu zaman Bu Mega sama Pak Prabowo (Megawati Soekarnoputri- Prabowo Subianto)," kata Bima saat dihubungi, Selasa (22/1/2019).

"Kalau belum siap jadi pejuang, jangan jadi pejuang. Ini bukan dagang. Hashim tidak siap, ini soal politik, soal perjuangan. Soal kerelaan. Bukan untuk kandidat, untuk mengurus bangsa ini," lanjut dia.

Bima melanjutkan, dalam politik tidak elok jika seseorang yang sudah membiayai kampanye lantas mengungkit-ungkitnya.

Ia lantas mempertanyakan motivasi Hashim Djojohadikusumo yang dulu membiayai kampanye Jokowi-Ahok.

Ia juga mempertanyakan militansi Hashim Djojohadikusumo dalam politik.

Bima pun menyarankan Hashim Djojohadikusumo belajar kepada Prabowo selaku kakaknya.

Cerita Eli Sabun Cuci Piringnya Diborong Jokowi Rp 2 Miliar: Akan Umrah Sekeluarga

HEBOH Jokowi Borong Sabun Cuci Piring Rp 2 Miliar, Ternyata dari Sini Sumber Uangnya

Adik Prabowo Bongkar Rekam Jejak Jokowi saat Pilgub DKI 2012, Kok Bilang Nggak Pakai Uang

"Ini bukan soal dagang. Bukan duit berapa balik berapa, dari yang paling kecil sampai yang gede itu, dari yang Rp 10.000 sampai yang miliaran itu tergantung kualitas kerelaan, ketulusan, pengorbanan," papar Bima.

"Militansinya (Hashim) dipertanyakan, pengorbanannya, jiwa politisinya. Kalau kayak begitu, belajar sama Pak Prabowo-lah. Hashim saya minta belajar dari Prabowo dan tanya pada Pak Prabowo apa itu sikap pengorbanan dan militansi," lanjut politisi PDI-P itu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "TKN Jokowi Sindir Hashim: Enggak Ungkit Sekalian Waktu Mega-Prabowo", https://nasional.kompas.com/read/2019/01/23/09391431/tkn-jokowi-sindir-hashim-enggak-ungkit-sekalian-waktu-mega-prabowo

Penulis : Rakhmat Nur Hakim

Hashim: Pak Jokowi Tak Keluarkan Uang karena Uangnya dari Saya

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional pasangan (BPN) Hashim Djojohadikusumo mengomentari pernyataan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo terkait pemilu berbiaya rendah saat debat pertama pilpres, Kamis (17/1/2019) lalu.

Saat debat, Jokowi menuturkan bahwa prinsip rekrutmen harus berbasis pada kompetensi, bukan finansial dan bukan nepotisme.

Ia mencontohkan saat dirinya maju pada Pilgub DKI Jakarta 2012 lalu.

Jokowi mengatakan tidak mengeluarkan biaya sama sekali ketika mencalonkan diri bersama pasangannya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Hashim yang juga adik Prabowo Subianto mengakui Jokowi tak mengeluarkan uang.

Hal itu karena seluruh uang yang digunakan Jokowi untuk berkampanye berasal dari Hashim Djojohadikusumo.

"Pak Jokowi memang tidak keluarkan uang karena uangnya dari saya, uangnya dari saya itu kenyataan. Saya kira ya, maaf ya, tidak benar itu," ujar Hashim Djojohadikusumo saat ditemui di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019) malam.

Menurut Hashim Djojohadikusumo, beberapa kali Jokowi datang ke kantornya untuk meminta bantuan terkait dana kampanye Pilgub DKI 2012.

Adik dari Ketua Umum Partai Gerindra itu mengaku masih dapat memberikan bukti soal dana kampanye yang ia berikan kepada Jokowi.

"Saya ada catatan itu, ada data kami bantu untuk Pak Jokowi," kata Hashim Djojohadikusumo.

Ia menuturkan, dalam pertemuan itu memang Jokowi tidak menjanjikan apa-apa jika terpilih pada Pilgub DKI Jakarta.

Hashim Djojohadikusumo juga mengklaim tidak meminta timbal balik dari bantuan dana kampanye tersebut, baik dalam bentuk proyek maupun perjanjian bisnis.

Hal itu, kata Hashim Djojohadikusumo, sejalan dengan kebijakan Partai Gerindra yang tidak ingin meminta mahar politik dari calon yang diusung.

Hashim Djojohadikusumo mengaku hanya meminta Jokowi menjadikan dirinya pengawas Kebun Binatang Ragunan dengan alasan menyukai satwa liar.

Permintaan itu disampaikan ketika Jokowi sudah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Ketika dia sudah jadi gubernur saya minta saya jadi pengawas Ragunan di situ karena saya sangat cinta dengan satwa liar dan binatang. Tetapi, kalau bisnis dan proyek saya enggak pernah minta dan beliau tidak pernah janji," ucap Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu.

Saat ditanya mengenai jumlah dana kampanye yang diberikan, Hashim Djojohadikusumo enggan untuk memberikan jawaban.

Fadli Zon Sebut Prabowo-Sandi Menang Debat Pilpres 2019 di ILC, Begini Ekspresi Budiman Sudjatmiko

Bahas Debat Pilpres 2019, Ruhut Sitompul Merasa Kasihan Lihat Prabowo yang Dibentak Langsung Nari

Kendati demikian, ia memastikan jumlahnya lebih besar dari yang pernah diakui Jokowi pada 2014, yakni sebesar Rp 6 miliar.

Hashim Djojohadikusumo mengatakan, dana kampanye yang ia berikan saat itu mencapai puluhan miliar.

Selain dalam bentuk uang, Hashim Djojohadikusumo juga memberikan bantuan berupa alat peraga kampanye, seperti kaus, kemeja bermotif kotak-kotak, dan baliho.

"Maka saya heran waktu di debat kok beliau bilang enggak pakai uang, maaf ya ini tidak logis. Di Indonesia untuk setiap pencalonan harus ada uang, untuk bayar saksi itu berapa, minimal Rp 100.000 atau Rp 300.000," tutur Hashim. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hashim: Pak Jokowi Tak Keluarkan Uang karena Uangnya dari Saya", https://nasional.kompas.com/read/2019/01/22/14310851/hashim-pak-jokowi-tak-keluarkan-uang-karena-uangnya-dari-saya

Penulis : Kristian Erdianto

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved