Hasil Razia Polsek Samarinda Seberang, Prostitusi Masih Terjadi di Eks Lokalisasi Loa Hui?
Polsek Samarinda Seberang menggelar operasi cipta kondisi ke sejumlah tempat yang dinilai rawan terjadi tindak kriminalitas.
Penulis: Christoper Desmawangga |
Hasil Razia Polsek Samarinda Seberang, Prostitusi Masih Terjadi di Eks Lokalisasi Loa Hui?
Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Polsek Samarinda Seberang menggelar operasi cipta kondisi ke sejumlah tempat yang dinilai rawan terjadi tindak kriminalitas.
Operasi cipta kondisi itu dilakukan pada Sabtu (2/2/2019) malam kemarin, di eks lokalisasi Loa Hui dan cafe remang-remang yang terdapat di pinggir sungai Mahakam, jalan Cipto Mangunkusumo.
Dari pantauan tribunkaltim.co, di eks lokalisasi Loa Hui terdapat rumah-rumah yang dijadikan tempat hiburan, umumnya dijadikan sebagai tempat karaoke.
Setiap tempat karaoke, pengelola menjual minuman keras (miras) berbagai merk yang dapat dibeli oleh pengunjung.
Selain itu, pengunjung juga dapat memilih gadis atau yang kerap disebut ladies untuk menemani selama menenggak miras maupun bernyanyi.
Kendati eks lokalisasi itu berubah menjadi THM yang umumnya menyediakan layanan karaoke, namun diduga aktivitas prostitusi masih terjadi.
Pasalnya, disetiap rumah karaoke terdapat sejumlah kamar lengkap dengan kasur, kamar mandi serta barang elektronik lainnya. Namun pengelola maupun ledies membantah kamar yang ada digunakan untuk melayani tamu.
Kamar tersebut merupakan kamar pribadi masing-masing ladies. "Ini (kamar) untuk tidur saja mas, tidak untuk yang lain. Kami kan tinggal di sini," ucap salah satu ladies, Minggu (3/2/2019).
Namun demikian, sejumlah warung yang terdapat di eks lokalisasi Loa Hui diketahui menjual sejumlah alat pengamanan hingga obat kuat.
Salah satu pria yang bertugas di depan gerbang masuk eks lokalisasi Loa Hui mengaku, biasanya pengunjung yang datang memang hanya datang untuk menenggak miras sambil bernyanyi, namun setelah itu biasanya ledies diboking untuk dibawa keluar.
"Biasanya habis minum, lalu dibawa ceweknya (ladies) keluar, biasanya ke hotel dekat sini saja. Kalau dulu sebelum ditutup ramai. Sekarang, walaupun malam minggu tetap sepi," ucapnya singkat.
Dari Loa Hui, petugas mengamankan dua pria, satu diantaranya anak dibawah umur yang membawa senjata tajam dan seorang pria dewasa yang tidak dapat menunjukan kartu identitasnya.
Untuk diketahui, medio tahun 2016 lalu, seluruh lokalisasi yang ada di Samarinda telah ditutup, dan aktivitas prostitusi telah dilarang, bahkan wanita pekerja seks komersial mendapatkan sejumlah bantuan uang untuk modal usaha dan kebutuhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/polsek-samarinda-seberang-gelar-operasi-cipta-kondisi.jpg)