Pemasangan Instalasi Air ke 1000 Rumah Warga di Sidrap Kutim Butuh Rp 7,4 Miliar

Sumber air akan dialirkan dari Water Treatment Plant (WTP) di Kelurahan Guntung.

Pemasangan Instalasi Air ke 1000 Rumah Warga di Sidrap Kutim Butuh Rp 7,4 Miliar
Tribunkaltim.co/Ichwal Setiawan
Direktur PDAM Tirta Taman, Suramin mengaku sudah menyusun perencanaan pembanguna instalasi air ke Dusun Sidrap. Biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 7,4 miliar untuk memenuhi 1.000 sambungan baru ke daerah yanh dihuni 3ribu jiwa ini. 

Pemasangan Instalasi Air ke 1000 Rumah Warga di Sidrap Kutim Butuh Rp 7,4 Miliar

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG — Rencana pembangunan instalasi air bersih langsung ke rumah-rumah warga Dusun Sidrap, Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur membutuhkan anggaran sebesar Rp 7,4 miliar.

Dengan biaya itu instalasi air bersih dapat terpasang ke 1.000 pelanggan di Sidrap. Sumber air akan dialirkan dari Water Treatment Plant (WTP) di Kelurahan Guntung.

“Kami sudah membuat perencanaan untuk pemasangan instalasi air ke kampung Sidrap, sejauh 13 kilometer,” ujar Direktur PDAM Tirta Taman, Bontang Suramin saat menghadiri rapat kerjad dengan komisi gabungan DPRD Bontang kemarin.

Rima Hartati Sebut Pertanian dan Pesisir di Kukar Bisa Jadi Penopang Ekonomi Vital

Komentari Puisi Doa yang Ditukar Fadli Zon, Alissa Wahid : Sudah Keterlaluan Menyindir Mbah Moen

Warga Resah Lapor Polisi, Pria Ini Kedapatan Nyabu di Dapur Rumah

Rencana pembiayaan kegiatan pasang instalasi air ini akan dibebankan ke pihak perusahaan di sekitar kampung Sidrap.

APBD Bontang tak bisa digunakan untuk pembiayaan ini karena wilayah Sidrap masih berstatus wilayah Kabupaten Kutai Timur.

Selain itu, pemerintah pun tak bisa berharap dari pos dana pusat karena status lahan masih masuk dalam kawasan Taman Nasional Kutai (TNK).

Kepala Bidang P3EP, Badan Penelitian, Perencanaan dan Pembangunan (Bapelitbang) Bontang, M Cholish Edy Prabowo mengatakan status lahan dusun Sidrap masuk dalam kawasan TNK zona khusus.

Penetapan zona khusus ini karena wilayah TNK yang terdapat pemukiman warga. Penggunaan lahan di kawasan ini harus menunggu persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana (KLHK).

“Kemarin sudah koordinasi dengan KLHK. Mereka bilang untuk penggunaan lahan ini butuh Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkot Bontang dan TNK,” kata Bowo-begitu akrab disapa.

Satu Pemain Asing Borneo FC Dipastikan Asben saat Lawan PSMP di Gor Segiri, Berikut Prediksi Line-up

Gagal Melaju di Piala Indonesia, Roni Fauzan Disebut Bakal Jabat Manajer Mitra Kukar

HUT ke 122 Kota Balikpapan, Pantai Nirmala Lamaru Bakal Luncurkan Sepeda Gantung Couple

Disaat yang bersamaan, Kasi Intel Kejaksaan Negeri, Hendri Sipayung menambahkan rencana pembangunan instalasi air ke Sidrap perlu dikaji lebih dalam.

Menurut dia, perlu kehati-hatian untuk melaksanakan rencana tersebut. Selain persoalan tumpang tindih lahan, permasalahan status bantuan pun perlu dibahas mendalam.

Pasalnya dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) diperuntukkan untun pembangunan instalasi air. Kemudian fasilitas yang telah terpasang akan dikelola oleh PDAM dan ditarik pungutan. “Nah ini perlu ditelaah benar-benar, karena ini menyangkut banyak hal,” ujar dia

Hasil pertemuan itu belum mendapatkan solusi atas untuk pembangunan instalasi air. Dewan mengagendakan rapat lanjutan kembali. (*) 

Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved